Diduga Mengidap Schizophrenia, Seorang Polisi Tega Memutilasi Anaknya

Share:

garis+polisi

Diposkan.com – Seorang Polisi berpangkat Brigadir tega membunuh anaknya yang berusia 3 dan 5 tahun dengan cara memutilasinya. Brigadir Petrus Bakus mengaku mendapat bisikan di benaknya untuk membunuh dan memutilasi anak-anaknya.

“KPAI mengutuk tindakan kriminal yang dilakukan oknum polisi Brigadir Petrus Bakus, anggota Sat Intelkam Polres Melawi, Kalbar, yang tega membunuh dua anaknya sendiri dengan sadis,” Ketua KPAI, Asrorun Ni`am melalui keterangannya pada Jumat (25/2/2016).

Asrorun juga menjelaskan bahwa tindakan tersebut adalah biadab, menistakan kehormatan kemanusiaan yang harus diberikan hukuman mati. Pelaku yang seharusnya bertanggung jawab dalam pengasuhan dan perlindungan anak, justru menjadi pelaku pembunuhan dengan sangat kejam.

“KPAI meminta aparat penegak hukum untuk melakukan langkah hukum secara cepat dan akurat sehingga menjamin kepastian hukum dan perlindungan nyawa, apalagi anak. KPAI juga meminta masyarakat dan media untuk tidak menyebarkan foto-foto korban, termasuk melalui media sosial secara viral karena hal itu bertentangan dengan UU dan ada sanksinya,” katanya.

Baca Juga:   Seorang Wanita Cantik Tega Membenturkan Anak Asuhnya Ke Tembok

Pihak KPAI berharap agar polisi segera menyelesaikan masalah ini dan mencari apa penyebab dan factor- faktor atas tindakan biadab tersebut. Termasuk evaluasi untuk lebih selektif dalam melakukan penjaringan anggota.

Berdasarkan informasi Kapolri Jenderal Badrorin Haiti menuturkan Brigadir Petrus Bakus merupakan anggota Polres Melawi, Kalimantan Barat diketahui sudah menderita gangguan kejiwaan sejak kecil, namun tak terdeteksi saat masuk polisi.

Brigadir Petrus diduga mengidap schizophrenia. Dia mengaku ada yang membisikinya untuk menyingkirkan makhluk halus. Dini hari tadi dia membunuh dan memutilasi dua anaknya Febian (5) dan Amora (3).

Tak hanya ke dua anaknya, Brigadir petrus juga hampir melakukan hal sama kepada istrinya, namun Saat hendak membunuh istrinya, perempuan itu terbangun dan melihat pelaku memegang senjata tajam berlumuran darah. Istri pelaku pura-pura meminta diambilkan air dahulu. Saat pelaku mengambil air, korban langsung keluar rumah dan meminta pertolongan. Brigadir Petrus langsung dibekuk dan ditahan. Dia juga mengaku bersalah

Diduga Mengidap Schizophrenia, Seorang Polisi Tega Memutilasi Anaknya | Ari Purwanti | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya