KH Maimun Zubair : Harus Hormati Keputusan MA

Share:

djan-faridz

Diposkan.com – Kubu Djan Faridz menyayangkan dengan sikap Menteri Hukum Dan HAM Yassona H Laoly  yang belum menanggapi masalah yang dihadapi oleh Partai Persatuan Pembangunan.

Pada sebelumnya gugatan yang dilayangkan oleh Kamal sudah ditolak oleh Mahkamah Agung. Gugatan tersebut dilayangkan untuk Romahurmuziy, dengan kata lain Muktamar yang diadakan di Jakarta seharusnya menjadi Sah.

“MA menolak gugatan dari pemohon 1 Wakil Kamal dan pemohon 2 Romahurmuziy. Jadi susunan pengurus muktamar di Jakarta yang merupakan susunan yang sah,” Ujar  Ketua Umum PPP Djan Faridz.

Bukannya mengesahkan kepengurusan muktamar Jakarta, Menteri Hukum Dan HAM malah mengeluarkan surat perpanjangan masa Kepengurusan Hasil Muktamar Bandung melalui SK No. M.HH.03.AH.11.01 TAHUN 2016 .

Baca Juga:   PPP kubu Romi Anggap Enteng Kubu Djan Fairdz

Menurut Djan, ini merupakan perbuatan zalim yang dilakukan kepada kubuynya dan seolah-olah menghidupkan kembali masa kepengurusan yang harusnya sudah habis.

“Ini ibarat mau dihidupkan lagi. Dan kalau begini, pasti ada akibat. Akibatnya keputusannya tidak sah, dan harus batal demi hukum,”  Tambah Djan Faridz.

Menurut KH Maimun Zubair, Ketua Majelis Syariah mengatakan bahwa keputusan MA harusnya dihormarti bersama.

“Mbah Mun  bilang, PPP Jakarta itu punya keputusan MA, mbok dihormati. Biar Romi bergabung bersama-sama, setelah itu biarlah mereka melakukan muktamar sendiri,” Tambah Dzan Faridz dalam akhir wawancara.

 

KH Maimun Zubair : Harus Hormati Keputusan MA | Hendry Setio Prakoso | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya