Kemenhub Klasifikasikan Taksi Online Jadi Angkutan Sewa Khusus

Share:

diposkan-uber

Diposkan.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengklasifikasikan taksi online sebagai angkutan sewa khusus. Hal ini diputuskan Kemenhub bersama pemangku kepentingan lainnya melakukan uji publik Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto menerangkan, awalnya taksi online diklasifikasikan sebagai angkutan sewa. Namun, taksi online kemudian disepakati berbeda dengan klasifikasi angkutan sewa, jika angkutan sewa dapat digunakan ke semua tempat maka  taksi online hanya bisa menjangkau daerah perkotaan.

“Memang sama-sama pelat hitam, tetapi taksi online pelayanannya dari pintu ke pintu dan harus memakai sopir. Kalau angkutan sewa kan bisa di seluruh Indonesia, bisa berhenti di pinggir jalan, dan bisa serahkan kuncinya saja,” ujar Pudji saat ditemui di Kantor Kemenhub Jakarta, Sabtu (17/2) yang dilansir melalui Kompas.com

Pudji menambahkan, Kemenhub juga akan memberikan stiker khusus untuk ditempelkan di kendaraan taksi online. Hal ini dilakukan untuk memberikan tanda bahwa kendaraan tersebut merupakan angkutan taksi online. Selain itu, pada taksi online akan diterapkan  tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) khusus.

Baca Juga:   Budi Bentuk Satgas OPP Cegah Pungli di Kemenhub

Namun, kata dia, baik stiker maupun TNKB khusus, penerapannya diserahkan kepada kepolisian. Alasannya, itu merupakan ranah pekerjaan kepolisian.

“Ini nanti ada tanda taksi online, domainnya di kepolisian. Jadi, TNKB-nya nanti khusus, misalnya B 0000 DDD itu taksi online. Nomornya itu khusus taksi online. Nanti stikernya juga bagus, bukan tulisan taksi online saja sehingga secara analog bisa kelihatan,” katanya.

Kemenhub Klasifikasikan Taksi Online Jadi Angkutan Sewa Khusus | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya