Baru 265 Perusahaan Minta Penundaan Pembayaran Tarif Listrik

Share:

Listrik

Diposkan.com – PT PLN (persero) mencatat baru 265 industri yang mengajukan penundaan pembayaran tarif listrik bulanan hingga 40 persen. Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan, program penundaan tarif ini berdasarkan kebijakan Paket Ekonomi Jilid III yang dirilis pemerintah pada Oktober 2015.

Dalam paket kebijakan ini  salah satunya disebutkan memberikan kemudahan kepada industri sehingga pelaku industri boleh hanya membayar 60 persen saja dari total tagihan listrik bulanan mereka, selama 6 atau 10 bulan. Sementara selama 40 persen tagihan yang tercatat dalam rekening listrik dapat dicicil selama 3 tahun.

Namun dirinya mengatakan, untuk dapat mengajukan mendapat penundaan pembayaran tarif listrik dapat dilakukan dengan persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Bukan hanya itu, terdapat juga sejumlah syarat yang harus dipenuhi seperti tergolong padat karya sehingga menyerap banyak tenaga kerja dan daya saing yang rendah terhadap produk-produk impor.

Baca Juga:   Gobel Kritisi Data BPS

“Karenanya, mereka ini adalah industri tekstil dan industri alas kaki. Ada juga industri lain yang ingin ikut karena merasa padat karya dan tertekan produk impor. Maka kami minta dulu rekomendasi BKPM. Salah satu yang sudah disetujui lagi adalah industri serat kayu,” kata Benny, di kantornya, Kamis (18/2) seperti yang dilansir oleh republika.co.id.

Baru 265 Perusahaan Minta Penundaan Pembayaran Tarif Listrik | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya