Benarkah KPK Merasa Disudutkan?

Share:
Benarkah KPK Merasa Disudutkan?

Benarkah KPK Merasa Disudutkan?

Diposkan.Com – Laode M.Syarif, wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mengatakan bahwa KPK disudutkan, alasannya karena persoalan kewenangan penyadapan.

“Jika diatur boleh saja terkait dengan penyadapan, tetapi ingat, bukan hanya KPK yang berwenang melakukan penyadapan,”kata Laode pada diskusi revisi penguatan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Jakarta Selatan pada hari Selasa, 16 februari 2016.

Disamping itu juga, Loade pun menyebutkan bahwa ada beberapa instansi yang berwenang untuk melakukan penyadapan, contohnya seperti pihak kepolisian, BAIS(Badan Intelijen Strategis), BNPT dan yang lainnya.

Namun masalah prosedur dan juga peraturan penyadapan ini seolah ditekankan kepada pihak KPK saja. Ia juga mengkhawatirkan penguatan KPK berdalil revisi Undang Undang, justru akan menimbulkan hal hal yang sebelumnya tidak terduga.

Baca Juga:   Sandiaga Uno Tidak Ingin Komentar Maslaah Ahok

“Yang harus diatur ini sesungguhnya adalah tentang Undang Undang tindak pidana korupsinya, bukan sebagai instansinya,”ucap Laode.

Sependapat dengan Laode, Faruk Muhammad, selaku Wakil Ketua DPD pun menyatakan jika peraturan tentang penyadapan KPK dihapus maka habislah fungsi KPK ini.

“Jika hanya untuk menyadap saja membutuhkan tiga sampai dengan lima persetujuan dari petinggi KPK, maka para koruptor bisa lepas,”katanya.

Hal itu berdasarkan asumsi bahwa akan lebih sulit apabila lima petinggi harus mengizinkan setiap proses penyadapan, menurutnya 3 petinggi saja pun sudah cukup untuk mengerjakan atau mengemban prosedur tersebut.

“Maaf saja, untuk para petinggi KPK juga tidak menjamin bersih dan juga anti suap, ini Indonesia maka itu jika 5 petinggi, satu saja sudah di suap, kemudian akan“aman”atau para pelaku korupsi akan lepas,”tambah Faruk.

Benarkah KPK Merasa Disudutkan? | Riko Yudiansa | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya