Bank BCA Dukung Program Buka Data Nasabah

Share:

diposkan-bca

Diposkan.com – Manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA tak mempermasalahkan adanya keterbukaan bank. Sebagaimana diketahui, pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) terkait kerahasiaan bank.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, keterbukaan bank akan berlaku pada semua bank. Jadi, semua bank akan berbisnis pada medan yang sama.

“Mengenai UU perbankan saya tidak terlalu komentar, kalau namanya UU playing ground sama. Bukan BCA tok harus keterbukaan,” kata dia di Analyst Meeting di Jakarta, Senin (13/3) yang dilansir dari liputan6.com.

Dia menuturkan, dengan kondisi tersebut bank akan mengalami dampak yang sama. Di situ industri perbankan akan bersaing secara positif karena playing ground  sama. Ia mencontohkan jika negatif terhadap BCA maka semua bank akan turun begitu juga saat naik.

Jahja meyakini, langkah yang ditempuh pemerintah tentu sudah dipikirkan secara masak. Menurut dia, pemerintah juga telah memikirkan dampaknya pada bank. Dia yakin jika pemerintah serius mengenai UU ini terlebiha sudah ada tax amnesty.

Sebelumnya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak atau Ditjen Pajak Kementerian Keuangan akan menerapkan sistem Aplikasi Usulan Buka Rahasia Bank (Akasia) untuk memeriksa rekening para nasabah bank. Pemeriksaan rekening tersebut rencananya dijalankan pasca program pengampunan pajak (tax amnesty) berakhir pada 31 Maret 2017.

Baca Juga:   Penghapusan Biaya Konversi Dolar dan Rupiah Disambut Positif

Direktur Penegakan Hukum Dadang Suwarna menerangkan, pengajuan pembukaan data nasabah terkait masalah perpajakan yaitu pemeriksaan, bukti permulaan (buper), penagihan. Sebelum ada aplikasi ini, pengajuan pembukaan data nasabah dilakukan secara manual.

Dulu kalau buka rekening secara manual, dari KPP mengajukan ke Direktur Pemeriksaan dan Penagihan terkait pemeriksaan atau penagihan. Kalau buper ke Kanwil ke Direktorat Penegakan Hukum, diteken Pak Dirjen sampai ke Menteri Keuangan dan diproses.

Selama ini permohonan membuka data nasabah memakan waktu 239 hari. Dia mengatakan, selain Akasia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menerapkan sistem Aplikasi Buka Rahasia Bank (Akrab) di mana dua sistem tersebut akan diintegrasikan. Sehingga, waktu untuk membuka data dipangkas sampai menjadi 30 hari.

Nantinya juga akan bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengungkap data wajib pajak ini. Dia bilang, dalam pemeriksaan ini juga melibatkan pihak-pihak terdekat.

Bank BCA Dukung Program Buka Data Nasabah | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya