BI: Neraca Pembayaran Indonesia Segera Baik

Share:
sumber: khatrinebutcher.com

sumber: khatrinebutcher.com

Diposkan.com – Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2015 mengalami tekanan di tengah perkembangan ekonomi global dan domestik, NPI mengalami defisit 1,1 miliar dolar AS setelah tahun sebelumnya mencatat surplus 15,2 miliar dolar AS.

“Tekanan terhadap kinerja NPI tersebut bersumber dari penurunan surplus transaksi modal dan finansial yang tidak dapat sepenuhnya membiayai defisit transaksi berjalan,” kata Direktur Departemen Komunikasi BI Arbonas Hutabarat dalam pernyataan resmi di laman BI, Jumat malam (12/2).

Meskipun begitu, defisit transaksi berjalan sebesar 17,8 miliar (2,06 persen PDB), lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai hingga 27,5 miliar (3,09 persen PDB). Perbaikan tersebut disebabkan dengan adanya  penurunan impor yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspornya, serta perbaikan kinerja neraca jasa dan neraca pendapatan.

Penurunan impor diakibatkan melemahnya permintaan domestik sebagai dampak dari melambatnya pertumbuhan ekonomi pada 2015. Sedangkan, penurunan ekspor didorong oleh dengan melemahnya permintaan eksternal akibat melambatnya perekonomian dunia serta berlanjutnya penurunan harga komoditas global.

Di sisi lain, surplus transaksi modal dan finansial tahun 2015 turun menjadi 17,1 miliar dolar dari sebelumnya 45 miliar dolar AS pada 2014. Hal tersebut terutama didorong oleh aliran masuk modal investasi langsung dan kebutuhan pendanaan korporasi melalui pinjaman luar negeri yang menurun seiring dengan melambatnya perekonomian domestik.

Baca Juga:   BPJS Ketenagakerjaan Kaji Perluasan Peserta Usia Lebih dari 56 Tahun

Selain itu, penurunan transaksi modal finansial juga disebabkan oleh penurunan aliran masuk modal portofolio asing dan investasi lainnya. Penurunan aliran masuk modal portofolio asing yang cukup signifikan disebabkan oleh tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global, meskipun ketidakpastian di pasar keuangan global sudah mereda pada kuartal IV 2015.

Begitu juga dengan adanya penurunan investasi lain yang disebabkan oleh kenaikan simpanan sektor swasta di bank luar negeri akibat persepsi pelaku ekonomi terhadap perekonomian domestik yang sempat melemah.

Oleh karena itu, Bank Indonesia akan terus mewaspadai perkembangan global, khususnya risiko terkait perlambatan ekonomi Cina dan terus menurunnya harga komoditas, yang dapat memengaruhi kinerja neraca pembayaran secara keseluruhan.

“Namun, Bank Indonesia meyakini kinerja NPI akan semakin baik didukung bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta penguatan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, khususnya dalam mendorong percepatan reformasi struktural,” ujar Arbonas seperti yang dilansir oleh Antara.

BI: Neraca Pembayaran Indonesia Segera Baik | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya