Produksi Semen Indikator Pembangunan Indonesia

Share:

diposkan-semen

Diposkan.com – Konsumsi semen di Tanah Air diprediksi akan meningkat hingga 84,96 juta ton pada 2017 karena adanya pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilaksanakan oleh pemerintah. Seperti yang dikatakan Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono.

Selain proyek pemerintah, maraknya pembangunan perumahan dan properti juga menjadi faktor meningkatnya permintaan semen. Menurut Sigit meningkatnya komsumsi semen dapat menjadi ukuran negara terbangun atau tidak seoerti yang disampaikannya dalam acara Semen Indonesia Award on Innovation 2015-2016 di Gresik, Jawa Timur.

“Kalau industri semen di negara tumbuh, maka pembangunan di dalam negeri juga pasti tumbuh, begitu gampangnya,” tuturnya yang disampaikan Kontan.co.id.

Sigit menambahkan salah satu indikator peningkatan nilai investasi industri semen tahun ini ditandai dengan beroperasinya pabrik semen baru milik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah. Ia berharap dengan adanya pabrik semen tersebut diharapkan dapat mengangkat ekonomi daerah setempat.

Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Indonesia Rizkan Chandra mengatakan kekuatan Holding Semen Indonesia Group saat ini adalah dari sisi kapasitas produksi meskipun ditengah persaingan. Bahkan dari sisi produksi telah memecahkan rekor baru.

Baca Juga:   Pemerintah Jokowi Mulai Bahas Peta Pengembangan Energi Nuklir

Sepanjang 2016, Rizkan menyebutkan, Pabrik Tuban mampu memproduksi sebanyak 1.381.907 ton atau naik dua persen melampaui jumlah produksi tahun 2015 sebesar 1.355.795 ton. Ia berharap kembali terjadi peningkatan pada tahun yang akan datang, terlebih saat ini telah didukung adanya pabrik yang terintegrasi sehingga mampu menciptakan peluang biaya distribusi yang lebih terjangkau dan jaminan ketersediaan produk di pasar.

“Selain itu, juga didukung distribusi terintegrasi yang luas dengan 11 pelabuhan, 25 packing plant, dan ratusan distributor se Asia Tenggara,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Rizkan mengajak semua karyawan Semen Indonesia grup agar merubah pola pemasaran dan penjualan dalam menghadapi kondisi persaingan yang semakin ketat saat ini.

“Saat ini kita harus merubah pola customer oriented company. Kita harus menjadi perusahaan yang berorientasi melayani. Bukan dilayani,” tegasnya.

Produksi Semen Indikator Pembangunan Indonesia | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya