Hari Pers, Jokowi berharap Media Bangun Optimisme Masyarakat

Share:

090566100_1455009864-20160209-Hari-Pers-Jokowi-Agus-Suparto1

 

Diposkan.com – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Lombok, NTB dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo. Di dalam sambutannya Jokowi menyampaikan harapannya kepada media.

Di depan para wakil media dan insan Pers, Jokowi berharap bahwa media bisa ikut serta membangun rasa optimisme masyarakat melalui pemberitaan. Bukan sebaliknya membuat masyarakat menjadi pesimis. Misalnya dengan membuat judul berita yang mengganggu.

“Saya akan berikan contoh, berita-berita seperti ini yang menurut saya mengganggu masyarakat. Kalau saya ndak, saya ndak pernah terganggu,” kata Jokowi di Pantai Kuta, Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (9/2/2016) dilansir dari newsdetik.com.

Ada beberapa judul Berita yang disebutkan Jokowi yang dianggap dapat memberikan rasa pesimis dan dirasa kurang baik serta mengganggu.

Judul berita pertama yang dibacakan Jokowi yakni tentang prediksi masa depan Indonesia. “Bayangkan, ada berita ‘Indonesia Diprediksi Akan Hancur’. Coba bayangkan?” kata Jokowi

Ada lagi judul berita tentang pesimisme pencapaian target petumbuhan ekonomi. “Ada judul, ‘Semua Pesimi Target Pertumbuhan Ekonomi Tercapai’. Di situ ada kata-kata pesimisnya,” kata Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi kembali membacakan judul berita yang dinilainya bernada pesimisme lain. “Ini saya judulnya saja yang saya bacakan, ‘Pemerintah Gagal, Aksi Teror Tak Akan Habis Sampai Kiamat Pun’,” kata Jokowi.

“Kemudian ada lagi, ‘Kabut Asap Tak Teratasi, Riau Ancam Merdeka’,” tambah Jokowi.

Baca Juga:   Luhut: Dana Desa Bertambah, Harus Bisa Dimanfaatkan Sebaik Mungkin

Tak cukup itu, Jokowi mengatakan ada judul berita yang lebih seram. “Indonesia Akan Bangkrut, Hancur, Rupiah Akan Tembus Rp 15 Ribu, Jokowi-JK Akan Ambyar,” katanya.

“Saya hanya baca saja loh,” kata Jokowi santai

Menurut orang nomor satu di Indonesia tersebut, jika berita dengan judul-judul seperti it uterus bermunculan akan menambah rasa pesimis masyarakat dan menurunkan etos kerja.

“Yang muncul adalah hal-hal yang tidak produktif, bukan produktivitas. Padahal itu hanyalah sebuah asumsi, tapi akan sangat mempengaruhi,” kata Jokowi.

“Kita tahu, pembentuk karakter, pembentuk mentalitas, moralitas, itu ada di media, ada di pers, akan banyak ada di situ,” tambah Jokowi.

“Kalau berita judul seperti itu kita munculkan, yang ada adalah munculnya ketidakpercayaan. Padahal di era persaingan antar negara saat ini, yang kita butuhkan adalah membangun kepercayaan. Uang dari negara lain akan muncul kalau ada trust. Itu, tidak ada yang lain. Kalau tidak ada kepercayaan jangan berharap ada arus uang, arus investasi, modal masuk. Kepercayaan itu yang bisa bangun adalah media, pers. Persepsi muncul, image muncul karena berita,” jelas Jokowi.

Dalam acara tersebut hadir juga Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono dan para pemimpin media, seperti Surya Paloh, Hary Tanoe Soedibyo, Karni Ilyas, Dahlan Iskan dan James Riady.

Hari Pers, Jokowi berharap Media Bangun Optimisme Masyarakat | Ari Purwanti | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya