PT Aldevco Diserahkan ke Negara Setelah Ditolak Presiden

Share:

diposkan-ar-soehoed

Diposkan.com –  Mantan Menteri Perindustrian almarhum Abdoel Raoef Soehoed, mengembalikan pengelolaan PT Aldevco kepada negara. Pengembalian tersebut dilakukan dengan menyerahkan seluruh aset milik PT Aldevco ke negara.

Nilai aset yang dikembalikan mencapai Rp 137,9 miliar. Selain aset, AR Soehoed juga mengembalikan 624 lembar saham senilai Rp 624 juta ke negara. Pengembalian aset ini dilakukan oleh Middyningsih, Direktur PT Aldevco yang diberi mandat melalui wasiat oleh AR Soehoed untuk menyerahkan pengelolaan PT Aldevco ke pemerintah langsung kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

Middy mengatakan, sebenarnya AR Soehoed sudah berniat untuk mengembalikan pengelolaan Aldevco dan asetnya ke negara sudah sejak lama. Di jaman Presiden Habibie, dia sudah menulis surat berisi pernyataan, niat akan mengembalikan Aldevco.

Tapi niat tersebut belum bisa dilaksanakan. Hal senada juga disampaikan oleh Arminsyah, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. Armin mengatakan, saat dia masih menjadi direktur penyidikan di Kejaksaan Agung dan menangani kasus dugaan korupsi pengelolaan dan pertanggungjawaban Otoritas Asahan dengan tersangka AR Soehoed, mantan menteri perindustrian tersebut sebenarnya sudah menyatakan niat untuk mengembalikan Aldevco ke negara.

Baca Juga:   Jepang Jadi Investor Kedua Terbesar di Indonesia

Sehingga pihaknya kemudian menghentikan penyidikan atas kasus tersebut disamping karena sudah masuk usia senja. Namun niat tersebut tidak kesampaian karena dia ingin penyerahan Aldevco langsung dilakukan kepada presiden.

“Presidennya ternyata bilang tidak mau,” kata Armin.

Baru, setelah melalui proses panjang, akhirnya tahun ini, Aldevco bisa diserahkan ke negara. Sonny Loho Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan mengatakan, setelah beralih ke negara, saham dan aset Aldevci akan menjadi kekayaan negara.

“Selanjutnya, Kementerin Keuangan selaku pengelola barang milik negara akan memanfaatkan itu, sebesar- besarnya untuk kemakmuran rakyat,” katanya.

AR Soehod Menteri Perindustrian Indonesia pada Kabinet Pembangunan III pada masa pemerintahan Presiden Soeharto (tahun 1978-1983). Ia juga pernah bertugas sebagai anggota Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dengan pangkat terakhir Mayor Udara.

AR Soehod mendirikan PT Aldevco pada 29 Februari 1988 atas petunjuk Presiden Soeharto. Aldevco dibentuk sebagai perusahaan pemasaran hasil produksi dari PT Inalum. Pada 1999 PT Inalum membekukan kegiatan PT Aldevco.

PT Aldevco Diserahkan ke Negara Setelah Ditolak Presiden | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya