Pemerintah Harus Siapkan Regulasi untuk Investasi Arab Saudi

Share:

diposkan-arab-saudi

Diposkan.com – Komitmen investasi sebesar 9,4 miliar dollar AS dari Kerajaan Arab Saudi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus direalisasikan. Menurut Ekonom Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati, untuk merealisasikan komitmen tersebut, pemerintah perlu melakukan berbagai percepatan.

Bahkan kalau perlu, untuk memantau kecepatannya, ia menyarankan ada gugus tugas. Dalam tataran pusat, Nina melihat biasanya pemerintah sudah memiliki perangkat kebijakan dan sistem yang lebih ringkas. Ia juga berharap itu juga terjadi di tingkat daerah agar tidak ada ganjalan dalam merealisasikan rencana investasi Arab Saudi.

“Kita cari bupatinya yang aman. Artinya, bisa diajak kerja sama. Enggak banyak minta-minta. Amanah,” kata Nina dalam sebuah diskusi on air di Jakarta, Sabtu (4/3) yang dilansir oleh Kompas.com.

Nina mengatakan, komitmen investasi sebesar 9,4 miliar dollar AS ini terdiri dari 7 miliar dollar AS kesepakatan government to government (G2G), dan 2,4 miliar dollar  AS kesepakatan business to business (B2B). Salah satu investasi G2G adalah pembangunan kilang minyak Cilacap hingga 6 miliar dollar AS.

Baca Juga:   Minyak Dunia Capai Level Tertinggi Sepanjang Enam Bulan Terakhir

Sementara 1 miliar dollar AS merupakan development fund yang digunakan salah satunya untuk program perumahan. Adapun urusan swasta yang sebesar 2,4 miliar dollar AS sebagian besar untuk proyek real estate.

Menurut Nina, baik proyek pemerintah maupun swasta keduanya memiliki kendala yang sama yaitu pembebasan lahan. Sehingga Nina meminta pemerintah agar tidak berpangku tangan setelah penandatanganan nota kesepahaman. Tetapi, membenahi regulasi dan mempercepat birokrasi karena harus diakui kemudahan berbisnis di Indonesia masih di bawah negara-negara di kawasan.

“Jangan mengatakan ‘Uang datang 9,4 miliar dollar AS gratis, kita diam-diam saja’. Enggak bisa,” kata Nina.

Nina berharap pemerintah agar dapat belajar dari Malaysia yang sudah lama berkerjasama dengan Arab Saudi

“Mungkin kita harus belajar dari Malaysia bagaimana menyiapkan paket yang sudah jadi. Jadi jangan malah investor menjadi tidak suka. Sudah datang, malah direcokin. Nanti datang lagi orang dari daerah. Datang lagi orang dari pusat. Pusing kan,” ujar Nina.

Pemerintah Harus Siapkan Regulasi untuk Investasi Arab Saudi | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya