Hanura Sangkal Partainya Mendapatkan Jatah Saat Mengusung Ahok

Share:

kang-erik-tvri

Diposkan.com – Setelah partai HaNura mendukung calon dari jalur Indpendent untuk pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Banyak mengundang banyak tanya tentang motif dari pengusungan Ahok menjadi Gubernur. Karena memang bisa partai meminta jatah untuk ‘jasa’ pengusungan dirinya kembali.

Namun hal tersebut segera ditepis oleh Ketua Tim Pilkada Pusat (TPP) Partai Hanura Erik Satrya Wardhana  bahwa partai Hanura tidak menerima jatah apapun terkait dengan mendukung calon dari jalur Indpendent ini. Erik berpendapat bahwa hal ini lebih disebabkan untuk kepentingan nasional saja dan menyalurkan aspirasi dari rakyat.

“Kita nggak minta jatah. Kita hanya memerhatikan pertama, kepentingan nasional yaitu keharmonisan pemerintah pusat dan pemerintah daerah khususnya Ibukota. Kedua, aspirasi masyarakat dan ketiga baru kemanfaatan bagi Partai Hanura,” Ujarnya.

Baca Juga:   Nurdin Halid Sudah Berkomunikasi Dengan Abu Rizal Bakrie Masalah Setnov

Menurutnya, Hanura tidak hanya konsen terhadap Pilkada yang digelar di DKI Jakarta saja namun semua Pilkada akan diberlakukan seperti ini.

“Yang dicari parpol adalah dukungan rakyat pada pemilu. Bukan cuma Pilkada DKI Jakarta, semua pilkada kita berlakukan,”  Lanjutnya.

Saat terjadinya polemic yang dihadapi oleh Hanura dengan adanya beberapa kader yang tidak mau mendukung Ahok sebagai Gubernur, Erik mengingatkan bahwa kader harus menaati semua aturan yang ada dan semua sudah ditentukan sesuai AD/ART partai.

“Tetapi, ketika sudah diputuskan bahwa Partai Hanura mendukung Ahok, maka harus ditaati oleh semua kader partai. Jika ada yang tidak taat maka bisa dikenakan sanksi sesuai dengan aturan dalam AD/ART Partai. Bisa sampai dengan pemecatan,” Tandasnya.

Hanura Sangkal Partainya Mendapatkan Jatah Saat Mengusung Ahok | Hendry Setio Prakoso | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya