BI Tertibkan Money Changer Tak Berizin

Share:

diposkan-uang-baru

Diposkan.com – Bank Indonesia (BI) menyatakan terus melakukan upaya untuk menertibkan kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank (KUPVA BB) yang tidak memiliki izin operasi dari bank sentral. KUPVA BB yang tidak berizin berpotensi menjadi perantara tindak pidana.

“Ke depan (kalau) yang tidak berizin ini dibiarkan, bisa bermasalah. Yang tidak berizin ini bisa dipakai untuk kejahatan,” ungkap Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Eni V Panggabean di Jakarta, Senin (30/1) yang dilansir dari Kompas.com.

Eni menambahkan jika KUPVA BB yang berizin diwajibkan memberikan laporan setiap bulan kepada bank sentral dan datanya pun bisa dilihat secara online. Selain itu, bank sentral pun melakukan seleksi terhadap KUPVA BB agar tetap tertib.

Menurut Eni, ada beberapa KUPVA BB yang terlibat dalam tindakan ilegal, seperti kasus terkait narkotika. Kalau ada kasus seperti ini, maka BI akan melakukan pemeriksaan bahkan akan menutup KUPVA BB yang tak berizin. Kasus lainnya adalah penggunaan rekening pribadi dan bukan rekening KUPVA BB.

Baca Juga:   BI: Laju Inflasi Maret Hanya 0,28%

Untuk penanganan tindak pidana yang menyeret KUPVA BB, imbuh Eni, bank sentral menjalin kerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Kepolisian Republik Indonesia.

BI mencatat sebanyak sekira 612 kegiatan usaha penukaran valuta asing (KUPVA) atau “money changer” bukan bank (BB) di Indonesia tidak mengantongi izin dari bank sentral. Adapun KUPVA BB yang berizin mencapai 1.064. Dari jumlah KUPVA BB yang berizin, 38 persen berlokasi di Jabotabek. Adapun yang beroperasi di Bali mencapai 13 persen, Kepulauan Riau 14 persen, Serang 6 persen, Sumatera Utara 5 persen, dan provinsi lainnya 24 persen.

BI Tertibkan Money Changer Tak Berizin | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya