Menteri Enggar Tanggapi Impor Cangkul dari China

Share:

diposkan-enggar2

Diposkan.com – Impor cangkul yang dilakukan oleh pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perdagangan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dari China ramai dibincangkan. Hal ini membuat Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita angkay bicara. Menurutnya, memang telah terbit Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan atas rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.

Menurutnya sesuai rekomendasi dan penjelasan teknis dari kemenperin tentang impor alat pertanian sederhana yaitu cangkul tersebut merupakan barang setengah jadi alias hanya besinya saja.

“Gagangnya tetap dibuat di dalam negeri dan sudah mendapat dukungan dari Asosiasi Perusahaan Pertanian Indonesia (Alusintani),”kata Enggar yang dilansir dari INILAHCOM di Jakarta, Minggu (30/10).

Dirinya mengaku, sesuai dengan informasi yang didapat dari anak buahnya, eselon I dan eselon II di Kementerian Perdagangan, disebutkan bahwa sesuai dengan Kepermindag 230/1997 impor untuk barang tertentu dilakukan oleh PT PPI, PT Sarinah dan PT Mega Eltra. SPI Cangkul diberikan pada PT Sarinah pada 19 April 2016 dan SPI untuk PT PPI tanggal 9 Juni 2016.

Baca Juga:   Google Rayakan Hari Kelahiran Psikologi Dunia Sigmund Freud

Dalam hal ini, dia menyebut keputusan itu dibuat saat dirinya belum menjabat sebagai Menteri Perdagangan. Namun mengenai mengapa harus mengimpor besi untuk pembuatan cangkulnya dari negara lain, Mendag Enggar menjelaskan bahwa menurut laporan, penjelasan kemenperin (lisan) pada saat itu “besi” cangkul produk dalam negeri besinya sambungan, sehingga mudah patah saat digunakan untuk mencangkul.

Menteri Enggar Tanggapi Impor Cangkul dari China | Fisika Fikri | 4.5 | Tag: harga cangkul dalam negeri VS China

Kirim Komentar

Berita Lainnya