10 WNI Diduga Telah Disandera Oleh Pihak Abu Sayyaf

Share:

ilustrasi-penculikan

Diposkan.com – Kabar mengenai telah disanderanya Warga Negara Indonesia yang menjadi awak kapal dari pandu Brahma masih menjadi isu yang hangat pada minggu ini, karena diketahui terdapat 10 awak kapal yang terdiri dari yang didominasi oleh warga Kalimantan tersebut. Diduga penyanderaan tersebut terkait dengan perampokan laut dan penyaderaan yang melibatkan kelompok dari Abu Sayyaf.

Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung bahwa penyanderaan yang diduga dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf adalah untuk meminta uang, politisi dari PDI – P itu menekankan bahwa hal tersebut bermotif perampokan dan meminta tebusan.

“Kalau dilihat motifnya adalah mereka meminta uang. Jadi motifnya adalah motif perampokan dengan meminta tebusan uang,” Ujar Pramono Anung.

Pramono Anung menambahkan bahwa hal ini masih sebatas dugaan terkait dengan perampokan yang dikaitkan dengan kelompok Abu Sayyaf.

Baca Juga:   Turki Dan Arab Saudi Siap Invasi Ke Suriah

“Yang jelas ini dilakukan oleh kelompok yang lebih tepat sebagai kelompok perampok. Bahwa kelompok itu mempunyai kedekatan dengan separatis tertentu, ini menjadi dugaan,” Tamabhnya.

Seperti yang dihimpun dari keterangan Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso menjelaskan bahwa mereka meminta tebusan kepada pemerintah sebesar 50 juta pesountuk membebaskan 10 sandera yang ditawan oleh pihak yang diduga kelompok Abu Sayyaf tersebut. Namun pihaknya akan terus berkordinasi dengan pemerintah Filipina untu melakukan langkah lebih lanjut.

”Mereka meminta tebusan 50 juta peso (sekitar Rp 14,3 miliar) untuk pembebasan 10 sandera itu. Kami terus berkoordinasi dengan pihak keamanan Filipina untuk menentukan langkah lebih lanjut,” Tambah Sutiyoso.

 

 

10 WNI Diduga Telah Disandera Oleh Pihak Abu Sayyaf | Hendry Setio Prakoso | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya