Jamkrindo Segera Rilis Peringkat 200 UMKM

Share:

diposkan-jamkrindo

Diposkan.com – Jamkrindo segera melakukan pemeringkatan terhadap 200 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal ini dilakukan agar 200 UMKM akan mudah mendapatkan akses pembiayaan langsung dari bank.

“Dengan pemeringkatan itu mereka akan naik kelas, dan bisa mendapat pembiayaannya lebih besar, mungkin bisa ekspor,” kata Direktur Utama, Jamkrindo, Diding S Anwar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (29/11) yang dilansir dari koran-jakarta.

Diding menambahkan jumlah UMKM di Indonesia saat ini sekitar 56 juta unit usaha. Namun, baru lima juta usaha yang masuk database Jamkrindo. Dari jumlah yang masuk database itu, 200 diantaranya akan mendapat pemeringkat terkait peningkatan kualitas usaha dan pendampingan.

Perusahaan penjaminan kredit itu kini fokus meningkatkan database yang selanjutnya ditindaklanjuti ke pemeringkatan pelaksanaan konsultasi manajemen. Untuk memudahkan program itu, Jamkrindo mengajak Perguruan Tinggi dianggap yang paling dekat dengan bisnis UMKM.

“Nanti juga akan ada lagi Perguruan Tinggi Swasta. Dari kajian akademis akan ada rekomendasi- rekomendasi untuk updating, bahkan pendampingan. Karena UMKM harus didampingi. Karena problemnya mereka tidak hanya di kolateral dan pembiayaan, tapi juga di manajemen keuangannya, kemasan (packaging) dan lainlain,” Jelas Diding.

Pada tahap pertama, Jamkrindo akan melakukan kerja sama dengan tujuh perguruan tinggi (PT), antara lain Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Hasanuddin, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Indonesia (UKM Center UI), serta Universitas Syiah Kuala (UKM Center).

Baca Juga:   Harga Emas Merayap Naik

Dalam kesempatan itu, Diding juga menyatakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia karena 99,9 persen perusahaan di Indonesia merupakan UMKM yang menyerap hampir 97 persen tenaga kerja.

Namun sayangnya dukungan pembiayaan ke sektor tersebut masih sangat kecil, yaitu hanya 7,2 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Dukungan pembiayaan tersebut paling rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, Thailand, dan Kamboja.

Sebagai informasi, hingga Oktober 2016, Jamkrindo mencatat laba sebelum pajak sebesar 717,43 miliar rupiah atau 76,3 persen dari target tahun ini sebesar 940,66 miliar rupiah. Sedangkan total pendapatan, mencapai 2,19 triliun rupiah, yang terdiri dari pendapatan operasional, meliputi pendapatan penjaminan dan investasi sebesar 1,97 triliun rupiah atau 69,6 persen dari anggaran sebesar 2,83 triliun rupiah dan pendapatan lain-lain 218,81 miliar rupiah atau 65,6 persen dari anggaran 333,71 miliar rupiah.

Sementara total realisasi penjaminan kredit Jamkrindo hingga Oktober 2016 sebesar 102,78 triliun rupiah. Nilai itu terdiri atas penjaminan non-KUR 63,85 triliun rupiah dan penjaminan KUR 38,93 triliun rupiah.

“Kami masih fokus menjamin UMKM. Dalam lima tahun ini, kami sudah menjamin lebih dari 10 juta pelaku usaha UMKM. Lapangan pekerja yang sudah terbuka dari sana sudah lebih dari 14 juta orang,” kata Diding.

Jamkrindo Segera Rilis Peringkat 200 UMKM | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya