Sanksi Jika Tidak Mengambil Nomor Urut

Share:

sanksi-jika-tidak-mengambil-nomor-urut

Diposkan.com – Tidak hadirnya pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dalam penetapan calon Gubernur pada Senin (24/10/2016). Memang mendatangkan banyak tanya.

Namun menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta Sumarno hal tersebut tidka terlalu masalah, namun yang wajib dibutuhkan kehadirannya adalah saat melakukan pengundian nomor urut.

Selain itu dirinya menceritakan alur dari pengambilan nomor urut tersebut yang diawali dnegn pengambilan nomor antrean yang ada. Dilanjtkan dengan mengambil nomor urut yang nantinya akan digunakan saat pemilihan.

Baca Juga:   Fadli Zon Hadir Pada  Aksi 4 November Karena Hal Tersebut Bagian Dari Tanggung Jawabnya

“Kalau besok itu wajib hadir karena akan diawali dengan pengambilan nomor antrean dilakukan cawagub, kemudian yang mengambil nomor urut itu cagubnya,” Ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta Sumarno yang dilansir kompas.com.

Dirinya kembali menegaskan bahwa untuk proses pengambilan nomor urut memang tidak bisa untuk diwakilkan, seperti proses sebelumnya. Jika salah satu calon tidak menghadiri maka sanksinya tidak mendapatkan nomor urut yang diinginkan.

“Tentu saja nomor urutnya enggak bisa diambil kan, kehilangan untuk mendapatkan nomor urut yang diinginkan,” Sambungnya.

Sanksi Jika Tidak Mengambil Nomor Urut | Hendry Setio Prakoso | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya