Partai Demokrat Sayangkan Tindakan Jokowi Atas Keputusan Kasus Munir

Share:

munir

Diposkan.com Kasus pembunuhan aktivis HAM Munir memang saat ini digelar kembali, namun sepertinya kasus ini akan mengalami kendala saat dilakukannya pemeriksaan terhadap saksi atau tersangka baru yang sudah direkomendasikan oleh Tim Pencari Fakta. Pasalnya pada saat ini dokumen tersebut diduga hilang.

Maka dari itu Presiden Joko Widodo menginstruksikan Jaksa Agung HM Prasetyo untuk menemui presiden ke enam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk meminta dokumen tersebut. Namun hal tersebut sepertinya ditanggapi berbeda oleh Jurubicara DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik yang menyatakan bahwa hal tersebut justru akan merusak nama baik.

“Menugaskan Jaksa Agung akan mengirim pesan keliru yang merugikan nama baik orang lain,” Ujar Presiden Joko Widodo yang dilansir kompas.com.

Baca Juga:   PKB Ingin Berkembang Pada Pemilu 2019

Selain itu menurutnya pada era SBY malah perkembangan kasus ini cukup besar, terutama SBY mempunyai andil untuk pembentukan TPF. Bahkan Sebagian terdakwanya sudah diadili pidana.

“Nama-nama yang direkomendasikan TPF untuk diperiksa, sudah sebagian besar diadili dan dipidana,” Imbuhnya.

Selanjutnya dirinya juga mengatakan bahwa dalam dokumen tersebut juga terdapat novum yang bisa dijadikan petunjuk baru atas kasus tersebut.

“Sehingga bisa ditelusuri lebih lanjut apakah ada novum (bukti baru) yang kemudian dapat ditindaklanjuti atau tidak.” Tutupnya.

Partai Demokrat Sayangkan Tindakan Jokowi Atas Keputusan Kasus Munir | Hendry Setio Prakoso | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya