Marwan Cari Solusi Pengganti Program PNPM

Share:

pnpm

Diposkan.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT), Marwan Ja’far, mengatakan bahwa secara de facto, keberadaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MPD) telah berakhir. Sehingga dibutuhkan dasar hukum yang baru sebagai solusi terkait pengelolaan dan pengembangan dana bergulir eks PNPM-MPD.

 “Dana bergulir di PNPM ini bisa berguna untuk masyarakat. Namun PNPM ini tuannya belum jelas, maka kami adakan FGD (Focus Group Discussion) untuk mencari solusinya,” ujarnya, Jumat (26/2) seperti yang dilansir dari surabayanews.co.id.

Melalui FGD nanti hasilnya dapat merekomendasikan berbagai macam model pengelolaan dan pengembangan dana bergulir eks PNPM-MPd, sesuai nomenklatur Undang-Undang Desa. Selanjutnya, juga disesuaikan dengan program-program utama Kementerian DPDTT.

Baca Juga:   Luhut: Dana Desa Bertambah, Harus Bisa Dimanfaatkan Sebaik Mungkin

Marwan mencontohkan seperti program BUMDes, karena juga termaktub dalam Undang-Undang Desa. Ini jadi program unggulan Kementerian DPDTT.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementeian DPDTT Anwar Sanusi memaparkan, dana UPK Eks PNPM-MPd berjumlah cukup besar. Nilainya mencapai Rp 12,7 triliun. Namun sayangnya dana tersebut belum terdeteksi dengan jelas.

Anwar juga menjelaskan, UPK merupakan sebuah institusi prematur yang tidak memiliki legal standing yang jelas. Ia juga menjelaskan, UPK Eks PNPM-MPd juga memiliki beberapa aset barang bergerak dan tidak bergerak yang memiliki nilai tinggi.

Marwan Cari Solusi Pengganti Program PNPM | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya