Sri Tak Akan Naikkan Gaji Pegawai Ditjen Pajak

Share:

diposkan-sri-mulyani2

Diposkan.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan jika besaran gaji yang diterima pegawai Direktorat Jenderal Pajak bukanlah alasan utama dari tindakan penyelewengan. Menurutnya, dalang utamanya adalah murni sifat ketamakan.

Menurutnya gaji pegawai Ditjen Pajak masih sejahtera bahkan dengan kondisi gaji saat ini otoritas perpajakan itu bisa menjadikan pegawainya menyandang status kelas menengah.

“Kami ingin menjamin bahwa tingkat gaji dan tunjangan sangat cukup bagi pegawai kami untuk menjadi orang decent, yang artinya bisa menjadi golongan kelas menengah. Bagi kami, birokrat yang punya martabat ya dibayar sepantasnya. Kami tidak akan memberi reward bagi tindakan kejahatan dan ketamakan,” jelas Sri Mulyani di Sentul, Sabtu (26/11) yang dilansir dari cnnindonesia.com.

Maka dari itu, ia menegaskan tidak akan meningkatkan gaji pegawai Ditjen Pajak hanya demi mencegah tindakan penyelewengan. Ia meminta pegawai Kementerian Keuangan harus menyadari bahwa pelayanan publik harus menjadi tujuan utama dalam bekerja. Ia tidak ingin pegawainya bekerja atas dasar memperkaya diri sendiri.

“Namanya orang tamak, kalau gaji naik seribu kali lipat pun tak akan cukup. Saya tidak akan naikkan gaji pegawai Ditjen Pajak hanya untuk mencegah Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini terulang kembali. Kalau memang tujuan bekerja adalah ingin kaya, maka tempatnya bukan di Kementerian Keuangan. Silakan kalau mau jadi pebisnis,” tekan Sri Mulyani.

Baca Juga:   Hingga Mei 2016 Realisasi Pajak Baru 26%, Ditjen Pajak Optimis Capai Target

Sebagai informasi, tunjangan pegawai Ditjen Pajak di luar gaji pokok berkisar dari Rp5,36 juta hingga Rp117,37 juta per bulan sesuai dengan strukturnya. Sesuai yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) no. 37 tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini kemudian menambahkan, tindakan tak diinginkan dari pegawai Ditjen Pajak akan sangat mengganggu kredibilitas di mata publik.  Terlebih saat ini perhatian masyarakat tengah tertuju pada kinerja Ditjen Pajak mulai dari kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) hingga target pajak yang tinggi.

“Masyarakat juga jadi skeptis, baru segini saja (uang pajak) sudah di-abuse,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencokok seorang pegawai pajak eselon III berinisial HS atas dugaan menerima suap dari pengusaha asal Surabaya senilai Rp1,5 miliar pada hari Senin lalu (21/11).

Sri Tak Akan Naikkan Gaji Pegawai Ditjen Pajak | Fisika Fikri | 4.5 | Tag: bokep pegawai

Kirim Komentar

Berita Lainnya