Menkeu Kolaborasi Bersama Menprin Bangkitkan Industri Manufaktur

Share:

dipoaskan-manufaktur-ilustrasi

Diposkan.com – Menteri Keuangan Bambang Soemantri Brodjonegoro mendukung pertumbuhan industri manufaktur agar kembali berjaya seperti era 1990-an.

“Kami koordinasi dalam bentuk insentif fiskal atau peraturan-peraturan yang memudahkan investasi bidang manufaktur, agar jadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi,” kata Menkeu Bambang di Jakarta, Rabu (25/5) seperti yang dilansir dari inilah.com.

Menkeu Bambang mengatakan, industri manufaktur pernah berkontribusi hingga 30% terhadap pertumbuhan ekonomi di 1990-an. Kala itu, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8%.  Selain itu, pertumbuhan industri manufaktur di tanah air sangatlah menjanjikan. Sehingga dirinya menyebutkan pertumbuhan manufaktur bisa 25% di tahun ini.

Baca Juga:   Sri Mulyani Sebut Kondisi Ekonomi Jauh Lebih Baik

Bambang berharap, Menteri Perindustrian Saleh Husin mampu menjadikan industri manufaktur nasional sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Sementara, Menteri Saleh mengatakan bahwa dukungan fiskal seperti tax allowance dan tax holiday, sangatlah dibutuhkan dalam upaya mendorong geliat industri manufaktur. Termasuk menarik investor untuk membenamkan modalnya di Indonesia.

Saat ditanya soal kontribusi industri manufaktur sebesar 30% untuk pertumbuhan, menurut Saleh, sangatlah terbuka. Saat ini, manufaktur menyumbang 19-20% kepada Produk Domestik Bruto (PDB). “Untuk situasi global saat ini, angka 19-20 persen sudah cukup baik,” ujar politisi Hanura ini.

Menkeu Kolaborasi Bersama Menprin Bangkitkan Industri Manufaktur | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya