Penghapusan Biaya Konversi Dolar dan Rupiah Disambut Positif

Share:

Industri-Migas

Diposkan.com – Penghapusan biaya konversi mata uang dolar Amerika Serikat dan rupiah yang diimplementasikan mulai 1 April 2016 disambut positif karena akan membantu memangkas biaya operasi. Board of Director Indonesia Petroleum Association (IPA) Gunung Sardjono mengatakan, kebijakan ini akan membantu efisiensi biaya yang tengah diupayakan para pelaku usaha hulu migas.

Adanya penurunan harga minyak mentah dunia, juga akan memacu perusahaan melakukan penghematan di segala aspek mulai dari belanja modal hingga belanja operasional langsung dan tak langsung. Sehingga hal ini patut untuk diapresiasi karena kegiatan transaksi di bisnis hulu migas didominasi dolar AS.

Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Perpajakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Mochamad Hatta Filsafawan mengatakan, Bank Indonesia melalui suratnya pada 23 Februari 2016 telah mengecualikan pemberlakuan Peraturan No. l7/3/PBl/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI khusus kegiatan hulu migas. Seharusnya ketentuan ini mulai berlaku 30 hari sejak dikeluarkan.

Meskipun demikian, diperlukan sejumlah persiapan seperti yang memungkinkan terlaksananya implementasi secara penuh. Alhasil, baru pada 1 April 2016 transaksi seperti membayar vendor rig bisa dibebaskan dari biaya konversi kedua mata uang tersebut.

“Pelaksanaanya tidak pas 30 hari, tapi mulai 1 April ini akan efektif,” ujarnya dalam acara penandatangan nota kesepahaman SKK Migas dengan tiga bank BUMN di Kantor SKK Migas pada Kamis (24/3) seperti yang dilansir dari bisnis.com.

Lebih lanjut, pengecualian hanya berlaku untuk transaksi. Sementara itu, kontrak tetap menggunakan mata uang dolar karena akan menyulitkan bila digunakan dua mata uang. Dirinya juga meminta para pelaku usaha harus mengikuti tiga syarat. Pertama, transaksi berlangsung di bank yang sama. Kedua, transaksi dilakukan di hari yang sama. Ketiga, harus disertakan alasan konversi mata uang sehingga bank bisa mempertanggungjawabkannya.

Baca Juga:   KTT OPEC Buat Harga Minyak Dunia Naik US$60 per Barel

Saat ini suda ada tiga bank BUMN, yang bersedia memfasilitasi yaitu Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Cara ini juga memberi kesempatan kepada perbankan nasional untuk terlibat. Pengadaan barang dan jasa di industri hulu migas melalui perbankan nasional sendiri telah berlangsung sejak 2008.

Hingga saat ini  transaksi pembayaran melalui perbankan nasional mencapai US$52,205 miliar mulai dari April 2009 sampai Februari 2016.  Perbankan nasional menjadi tempat penyimpanan dana pemulihan pasca operasi (abandonment and site restoration/ASR).

SKK Migas mencatat hingga 29 Februari 2016, dana ASR di Bank BUMN mencapai US$777 juta. Selain itu, bank BUMN dipercaya menjadi trustee paying agent untuk mengelola penjualan migas beberapa kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Total volume transaksi menggunakan jasa trustee dan paying agent di bank BUMN tahun lalu sebesar US$4,61 miliar.

Penghapusan Biaya Konversi Dolar dan Rupiah Disambut Positif | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya