BI Siapkan Fintech Office Bagi Pelaku Usaha Digital

Share:

diposkan-bi

Diposkan.com – Bank Indonesia akan membangun tempat pengembangan bisnis keuangan digital atau financial technology (fintech) bagi pelaku keuangan digital yang kian pesat. Rencananya sarana pengembangan fintech ini akan disebut fintech office yang akan dimulai sejak Oktober 2016.

“Di sana, kami akan memberikan pendampingan kepada para pelaku industri fintech agar skema bisnis mereka dapat lebih berkembang. Kami juga akan memberikan pandangan mengenai kebijakan moneter dan makroprudensial agar mereka dapat lebih mengenal iklim usaha di Indonesia,” jelas Direktur Pusat Program Transformasi BI Onny Widjanarko di Kantor Perwakilan BI Semarang, Sabtu, (24/9) yang dilansir dari metrotvnews.com.

Tidak hanya mendirikan fintech office, Onny mengungkapkan BI juga akan membangun sebuah program inkubator bertajuk ‘regulatory sandbox’ untuk mengembangkan industri keuangan digital sehingga para pelaku usaha fintech dapat mengembangkan bisnis semakin luas lagi dan agar pelaku fintech tetap di koridor hukum yang berlaku.

Onny mengatakan fintech, yang ia ibaratkan sebagai pasir, akan dibiarkan bermain di dalam kotak sampai mendapatkan perngalaman. Selain itu, BI juga akan melengkapi beberapa aturan terkait fintech di Indonesia. Penambahan peraturan terkait fintech akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2016.

Baca Juga:   Kadin Targetkan Ekspor Naik 500 % dengan Lima Langkah

“Kami juga akan terbitkan peraturan-peraturan baru untuk fintech di tahun ini,” terang Onny tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Hingga saat ini, Asosiasi Fintech Indonesia mencatat ada 120 perusahaan fintech yang beroperasi di Tanah Air. Namun, hanya 36 perusahaan yang menjadi bagian dari asosiasi tersebut.

“Saat ini kami ada 120 perusahaan yang ada di kami. Baru 36 yang resmi menjadi anggota karena kami memiliki beberapa ketentuan dan persyaratan,” jelas Dewan Pengawas Asosiasi Fintech Indonesia Dian Kurniadi.

Berdasarkan catatan BI, jumlah transaksi fintech di Indonesa sepanjang 2016 mencapai USD 14,48 miliar. Asosiasi Fintech Indonesia memprediksi angka tersebut akan terus bertumbuh hingga USD130 miliar di 2020.

“Kami melihat kondisi dan potensi fintech di Indonesia sangat besar dan itu dipengaruhi e-commerce, marketplace, dan usaha-usaha fintech lainnya,” jelas Dian.

BI Siapkan Fintech Office Bagi Pelaku Usaha Digital | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya