Kejar Target Pajak, Ditjen Pajak Pakai Strategi Baru

Share:

ditjen-pajak

Diposkan.com – Dalam upaya memenuhi target penerimaan pajak 2016 sebesar Rp 1.546 triliun, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mengaku telah memiliki strategi ekstensifikasi atau perluasan basis pajak.

Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Ditjen Pajak Awan Nurmawan Nuh menyatakan, pihaknya akan melakukan pemetaan wilayah yang memiliki potensi untuk memperluas basis pajak. Nantinya, melalui pemetaan tersebut akan teridentifikasi potensi penerimaan pajak yang belum memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP).

“Jadi memang ini, intinya target kita adalah penerimaan tinggi tahun ini. Yang kita sampaikan ke lapangan, tolong petakan wilayah mana yang jadi potensi. Karena Indonesia luas. Jakarta, bisa perdagangan. Kalimantan bisa tambang, kebun,” jelas Awan di Ramada Resort Bali, Kamis (25/2) seperti yang dilansir dari okezone.com.

Melaui pemetaan yang disebut geo tagging ini akan memudahkan pihak kantor wilayah untuk melihat potensi pajak. Sehingga, pihak kantor wilayah dapat mengetahui daerah mana yang belum melakukan pembayaran pajaknya.

Dirinya menegaskan semua karyawan pajak dapat melakukan geo tagging. Awan mencontohkan jika melihat ada restoran ramai. Karyawan akan melakukan tag yang akan menampilkan data restoran tersebut telah memiliki NPWP atau belum. Namun yang berhak memutuskan mengenai wilayah yang berpotensi memiliki pajak yang besar yaitu kantor wilayah pajak setempat.

Baca Juga:   JK Singgung Peran Masyarakat Tionghoa Serta Pentingnya Bayar Pajak Pada Perayaan Cap Go Meh

Hingga saat ini pihak Ditjen Pajak kesulitan melakukan esktensifikasi karena banyak kasus antara data dan fakta di lapangan yang tidak cocok. Sehingga, banyak waktu terbuang ditambah kekurangan sumber daya manusia.

Oleh karena itu, mulai tahun ini Ditjen Pajak akan mengubah pendekatannya dengan menguasai wilayahnya dulu di setiap KPP dengan membuat peta tiap wilayah. Sehingga melalui peta para karyawan pajak akan melakukan survei. Setelah survei dengan memberi tanda dan foto yang didapat barulah data diolah untuk mengetahui wajib pajak yang memiliki NPWP dan yang belum.

Awan juga menyatakan, pemetaan tersebut ditargetkan selesai pada 30 April 2016. Setelah itu, petugas pajak akan mendatangi pihak yamg sudah ditandai itu untuk membuat NPWP sehingga dapat melakukan pembayaran pajak.

Kejar Target Pajak, Ditjen Pajak Pakai Strategi Baru | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya