Cegah Inflasi BI Jawa Tengah dan TPID Gelar Pasar Murah Jelang Lebaran

Share:
Warga berbelanja untuk memenuhi kebutuhan Ramadan di Pasar Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (17/6). Meski harga sejumlah komoditi mengalami kenaikan, pedagang setempat mengaku jumlah permintaan dari warga yang berbelanja tetap mengalami peningkatan antara 50 persen hingga 100 persen untuk memenuhi kebutuhan mereka selama Ramadan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Rei/pd/15.

Warga berbelanja untuk memenuhi kebutuhan Ramadan di Pasar Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (17/6). Meski harga sejumlah komoditi mengalami kenaikan, pedagang setempat mengaku jumlah permintaan dari warga yang berbelanja tetap mengalami peningkatan antara 50 persen hingga 100 persen untuk memenuhi kebutuhan mereka selama Ramadan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Rei/pd/15.

Diposkan.com – Bank Indonesia Jawa Tengah memprediksi tekanan inflasi di provinsi itu pada bulan puasa esok berada pada posisi kisaran 0,2%-0,25%. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Iskandar Simorangkir meyakini pemerintah daerah bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID) mampu menjaga pergerakan harga, sehingga kenaikan harga relatif dapat dikendalikan.

Saat ini beberapa komoditas pangan yang mulai memperlihatkan kenaikan adalah telur, ayam ras, dan bawang putih. Sedangkan harga daging sapi tergolong masih bisa dikendalikan, dan gejolak harga gula merupakan dampak dari kebijakan impor gula.

Baca Juga:   BPS Rilis Data Inflasi dan Deflasi di Jawa Timur

“Inflasi bulan Mei ini diperkirakan pada posisi 0,1%. Menjelang Lebaran, tekanan inflasi akan lebih tinggi. Kalau di Jateng, mungkin berada pada kisaran 0,2%-0,25%,” ujarnya, Selasa (24/5).

Berbagai langkah sudah disiapkan guna menjaga pergerakan harga bahan pangan. TPID sudah berencana menggelar pasar murah menjelang Lebaran nanti. Sementara cakupan wilayah yang akan dilakukan pasar murah tersebut adalah yang terpantau mengalami gejolak harga yang cukup tinggi dan masih memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi pula.

Menurutnya salah satu komoditas sudah mengalami kenaikan harga di atas 10%, artinya kenaikan yang terjadi sudah terlalu tinggi atau di atas batas wajar. Sementara Perum Bulog juga sudah mulai melakukan operasi pasar khususnya terhadap komoditas yang telah mengalami kenaikan harga seperti bawang merah.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jateng juga sudah menyediakan subsidi transportasi, terkait distribusi terhadap komoditas pangan yang terpantau telah mengalami kenaikan harga.

Cegah Inflasi BI Jawa Tengah dan TPID Gelar Pasar Murah Jelang Lebaran | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya