Industri Kertas Indonesia Siap Tembus 3 Besar Dunia

Share:

industri-kertas

Diposkan.com – Target produksi pulp pada 2017 sebesar 8,7 juta ton yang ditetapkan pemerintah bisa tercapai. Karena adanya tambahan pasokan dari dua pabrik terintegrasi di Sumatera Selatan dan Riau.

Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Ditjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Panggah Susanto mengatakan, kedua pabrik akan beroperasi di 2016 dan berproduksi pada 2017. Targetnya bisa produksi 2 juta ton pulp per tahun.

“Melalui efisiensi serta terobosan di hilir, kami yakin target produksi nasional bisa terpenuhi. Kami tidak merevisi target itu,” kata Panggah melalui keterangan resmi yang dilansir pada INILAHCOM, Jakarta, Selasa (23/2).

Panggah menilai, industri pulp masih prospektif, karena permintaan pulp dunia meningkat rata-rata 2,1% per tahun. Selain itu, tidak banyak negara produsen pulp yang memiliki ruang untuk pengembangan lahan dan industri yang membuat Indonesia dan beberapa negara di Amerika Latin memiliki peluang yang cukup besar.

Senada dikatakan Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Tony Wenas mengatakan, industri pulp dan kertas Indonesia sangat diperhitungkan di dunia, karena mempunyai beberapa keunggulan komparatif yang tidak dimiliki negara lain.

Salah satunya Indonesia yang hanya butuh 4 tahun untuk memanen pohon akasia dan ekaliptus. Sementara di negara tropis yang menjadi pesaing utama Indonesia, pohon baru bisa dipanen setelah 40-50 tahun. Selain itu, Indonesia didukung dengan keadaan geografis yang dekat dengan pasar yang terus tumbuh.

Baca Juga:   Adira Keluarkan Tiga Asuransi Jangka Pendek Buat Pemudik

Tony juga optimistis jika target Indonesia untuk masuk dalam tiga besar dari sembilan besar produsen pulp dunia saat ini sangat terbuka. Salah satunya dengan memaksimalkan pemanfataan izin.  Saat ini lahan yang dikelola baru sekitar 4 juta ha dari alokasi lahan pemerintah sebanyak 10 ha. Sehingga apabila lahan ini dapat dimaksimalkan maka tidak sulit bagi Indonesia untuk berada di urutan tiga besar pemain pulp dunia.

Terlebih dengan adanya dukungan pemerintah bagi ekspansi industri pulp di Indonesia bisa memberikan kontribusi positif untuk peningkatan ekonomi nasional. Selain, devisa, industri pulp membuka peluang lapangan kerja yang signifikan.

Tony mengatakan, satu industri pulp dapat memacu kegiatan lain (multiplier effects) dan berdampak bagi penambahan 7.000 tenaga kerja langsung dan 90.000 tenaga kerja tidak langsung. Hingga saat  ini Group APRIL melalui PT RAPP telah mengekspor PaperOne ke 75 negara. Tahun ini perusahaannya menargetkan mampu menembus ke 85 negara.

Selain itu, pihaknya akan memperluas pasar ke Uni Eropa, meskipun fokus ekspansi pasar masih akan tetap di Asia, Pasifik, Australia dan Tiongkok. “PaperOne mampu menjadi pemain global yang kompetitif karena perusahaan menjamin sumber bahan baku berasal dari pengelolaan hutan yang lestari,” kata dia.

Industri Kertas Indonesia Siap Tembus 3 Besar Dunia | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya