OJK Ralat Informasi Perbankan Singapura Laporkan WNI

Share:

diposkan-ketua-ojk

Diposkan.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan tidak ada perbankan Singapura yang melaporkan nasabahnya yang ikut program amnesti pajak ke pihak kepolisian negara tersebut, seperti pemberitaan yang telah beredar belakangan ini.

Informasi sebelumnya memberitakan jika perbankan Singapura melaporkan nasabahnya yang mengikuti tax amnesty ke kepolisian seperti rilis yang dilakukan OJK sendiri. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menyatakan, pemberitaan terkait perbankan Singapura yang melaporkan data-data wajib pajak (WP) ke kepolisian adalah tidak benar.

“Bahwa berita tersebut tidak benar. Saya kira mereka kerja sama, setelah kami panggil mereka menjelaskan, bahwa mereka menjelaskan ke nasabahnya dan kemudian melakukan sosialisasi, komunikasi, dan gathering. Jadi tidak ada yang dilaporkan ke polisi,” ungkap Muliaman, Jumat (23/9) seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com.

Sehingga Muliaman memastikan tidak ada perbankan yang membocorkan perihal data-data WP hingga saat ini. Terkatit perbankan Singapura yang dipanggil oleh OJK tersebut telah menunjukkan itikad baik, dengan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam menyukseskan program amnesti pajak.

Baca Juga:   Darmin Minta Pengusaha Berikan Data Lengkap

Mulliaman menambahkan perbankan Singapura tetap berkomitmen mendukung tax amnesty bahkan mereka melaporkan antusiasme masyarakat Indonesia dan nasabah di Singapura yang tinggi dan membuktikan tidak terganggu berita kemarin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, OJK akan terus melakukan kerja sama dengan otoritas Singapura agar program amnesti pajak dapat berjalan dengan lancar. Melalui kerjasama ini diharapkan dana repatriasi akan terus bertambah terlebih pihak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sendiri telah melakukan sosialisasi  dan sudah menemukan cabang baru di Kedutaan Besar Singapura, sehingga proses pengampunan pajak oleh WP di Singapura dapat lebih mudah.

Muliaman mengatakan saat sosialisasi WNI di Singapura terlihat antusias meskipun banyak muncul pertanyaan bersifat teknis dan telah dijawab oleh DJP. Hinnga pekan ini dana tebusan telah mencapai Rp 2 triliun, repatriasi Rp1,2 triliun.

OJK Ralat Informasi Perbankan Singapura Laporkan WNI | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya