Mantan Pembalap Formula 1 Malaysia Komentari Rio Haryanto

Share:

Alex Yoong (MAL) A1 Team Malaysia in the press conference. A1 Grand Prix, Rd11, Qualifying Day, Shanghai, China, 1 April 2006. DIGITAL IMAGE

Diposkan.com – Perjuangan Rio Haryanto untuk masuk ke kancah tertinggi Formula 1 memang membutuhkan pengorbanan dan perjuangan yang sangat keras. Namun bukan berarti dengan masuknya Rio ke Formula 1 sudah menjad titik puncak dari kari Rio, banyak hal yang harus dihadapi Rio kedenpanya.

Begitu juga yang diucapkan oleh pembalap Formula 1 Malaysia Alex Yoong yang sekitar tahun 2002 dirinya juga mencicipi balapan jet darat bergengsi tersebut, Menurut Alex itu merupakan tempat belajar Rio untuk tetap fokus dan bisa beradaptasi dengan rekan setimnya untuk menghadapi laga – laga berat formula 1.

“Ini akan menjadi tempat belajar yang sulit untuk dia. Tapi apapun yang terjadi, ia harus fokus pada kinerja dan mencoba untuk beradaptasi dengan rekan satu timnya (Pascal Wehrlein),” Ujarnya.

Menurut mantan pembalap yang kini menginjak usia 39 tahun, meskipun tim yang dibelanya sekarang berpredikat tim buncit dan seharusnya orang – orang yang melihatnya bisa merasakan perjuangan tersebut tidak mudah untuk dilalui.

Baca Juga:   Rio Haryanto Yakin Bisa Pada Grand Prix Di Melbourne

“Orang-orang akan melihat hasil, tetapi hasilnya tidak akan terlalu mudah didapat. Manor Racing adalah tim yang sebagian besar dimulai dari belakang grid, mereka mungkin memiliki mobil paling lambat. Jadi jangan terlalu berharap.” Tambahnya

Sekarang Rio berubah untuk meraih kemenangan di luar sirkuit, dahulunya rio hanya berkordinasi dengan beberapa mekanik saja. Sekarang paling tidak dirinya harus berkordinasi dengan setidaknya 30 mekanik. Karena memang kita ketahui bersama bahwa hal ini adalah salah satu faktor yang menentukan kemenenangan di luar sirkuit.

“Sebelumnya, dia akan berinteraksi dengan hanya beberapa mekanik. Namun sekarang dia harus bekerja dengan sekitar 30 mekanik sekaligus. Ada lebih banyak faktor di luar sirkuit yang akan dihadapinya, dan itu adalah sebuah perjalanan yang sulit dan rumit.” Tambahnya.

Mantan Pembalap Formula 1 Malaysia Komentari Rio Haryanto | Hendry Setio Prakoso | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya