Kementerian LHK Lakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis di Kendeng

Share:

diposkan-klk

Diposkan.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bersama tim independen saat ini tengah melakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) terkait operasional pabrik semen di Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Hasil kajian KLHS harusnya dapat menjadi acuan izin penggunaan lingkungan.

Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK San Afri Awang mengatakan, saat ini tim tengah melakukan investigasi di lapangan, termasuk soal keberadaan sungai di bawah tanah.

“Kita cek lapangan. Kalau kawasan karst ini salah satunya harus ditemukan jaring-jaring sungai di tanah. Memang indikasi ada jaringan sungai di bawah tanah. Kalau itu wilayah KBAK (Kawasan Bentang Alam Karst), aturannya memang harus dilindungi,” kata San Afri saat ditemui usai pertemuan perwakilan petani Kendeng dengan Kepala Staf Presiden di Gedung Bina Graha, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (20/3) malam seperti yang dilansir dari detik.com.

San Afri menambahkan, untuk pendalaman lebih dalam, memang dibutuhkan waktu yang lama, terutama untuk kajian geologisnya. Hal ini disebabkan pihaknya harus melakukan identifikasi sedalam 200-300 meter di bawah tanah sehingga membutuhkan kehati-hatian.

KLHS ini sendiri akan selesai akhir Maret ini. San Afri menegaskan, sebenarnya KLHS ini bukan diperuntukkan untuk kawasan pabrik PT Semen Indonesia saja, melaikan untuk kepentingan wilayah yang luas. Termasuk juga di kawasan pegunungan Kendeng. Sehingga pihaknya melakukan dua Studi KLHS. Tahap pertama khusus cekungan air tanah Watu Putih, kedua kawasan Kendeng.

Baca Juga:   OJK Akan Persingkat Aksi Koorporasi Terkait Tax Amnesty

Dikatakan San Afri, untuk lokasi pabrik PT Semen Indonesia di Kendeng, hanya berada di kawasan Watu Putih, Rembang. Sehingga jika KLHS Rembang ini bisa diselesaikan akhir bulan ini, pihaknya tak membutuhkan kajian tim geologi dari ESDM. Pihaknya akan memakai indikator sendiri, indikatornya akan mengarah ke itu. Terlebih yang melakukan kajian adalah pakar dengan keahlian masing-masing.

San Afri menambahkan jika saat ini pihaknya belum bisa menyampaikan hasil kajian dikarenakan minggu ini masuk dalam hal yang paling krusial. Karena finishing touch-nya ini indenpendesi dari pakar. Namun, San Afri menegaskan, jika KLHS ini sudah selesai, maka hasilnya akan dijadikan acuan untuk izin penggunaan lingkungan.

“Seharusnya izin lingkungan mengacu ke KLHS. Untuk izin lain kita lihat nanti. Kita lihat dulu,” katanya.

Kementerian LHK Lakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis di Kendeng | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya