Suku Bunga BI Tetap, Pemerintah Diminta Cegah Inflasi

Share:

diposkan-inflasi

Diposkan.com – Keputusan Rapat Dewan Gubernur yang berakhir pada hari Kamis 19 Mei 2016 tidak mengubah tingkat suku bunga acuan. Hal ini sesuai dengan prediksi sebelumnya bahwa tingkat suku bunga acuan tetap pada posisi 6,75 persen.

Hingga Maret, Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunganya. Menjelang pergantian patokan suku bunga acuan menjadi reverse repo 7 hari, BI diperkirakan akan menjaga kestabilan suku bunga hingga Agustus nanti. BI juga mendorong tingkat suku bunga rendah. Begitu juga dengan bank komersial akan dikondisikan agar menurunkan suku bunga kredit dan suku bunga tabungannya. Suku bunga rendah bukannya muncul tanpa ada prasyarat. Suku bunga rendah dapat berkesinambungan jika ada inflasi rendah yang juga berkesinambungan.

Baca Juga:   PM Cina Ingatkan Anggota G20 Perhatikan Kebijakan Ekonomi Makro

“Penurunan suku bunga juga perlu dijamin dengan penurunan inflasi,” kata Chief Economist and Director for Investment Relations Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat, di Jakarta, Kamis (19/5) seperti yang dilansir dari viva.co.id.

Penurunan inflasi dapat dilakukan dengan cara memproduksi barang serta mendistribusikannya dengan lancar. Produksi yang mencukupi di dalam negeri,  bukan karena impor. Budi mencontohkan dengan kondisi harga beras yang mahal di Jawa dapat ditekan dengan pengiriman dari Makassar dengan jalur distribusi yang lancar sehingga tidak terjadi kelangkaan beras yang membuat inflasi meningkat.

Inflasi di Indonesia terjadi karena produksi yang kurang, sementara permintaan tinggi. Produksi rendah juga membuat harus ada impor sehingga terjadi defisit neraca berjalan.

Suku Bunga BI Tetap, Pemerintah Diminta Cegah Inflasi | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya