Ketua DPD RI Menolak Tanda Tangan, Sidang DPD Berakhir Ricuh

Share:

251

Diposkan.com – Berbeda pendapat dalam sebuah forum ataupun diskusi itu ada hal yang biasa terjadi dalam berdemokrasi. Dengan adanya perbedaan pendapat ini diharapkan bisa menjadi tolak ukur demokrasi dan pendewasaan terhadap berdemokrasi. Tidak begitu yang dilakukan oleh anggota yang terhormat, yang dipilih oleh rakyat anggota DPD.

Sidang yang dilaksanakan pada Kamis (17/3), itu seharusnya menghasilkan sebuah keputusan untuk bangsa agar menjadi lebih baik. Malah diakhiri dengan kericuhan, sidang yang membahas mengenai Revisi Tata Tertib DPD RI dimulai pada pukul 18:00 WIB.

Awal dari kericuhan ini bermula dari Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD RI, AM Fatwa yang membacakan laporan dari alat kelengkapan dewan. Dalam laporan am Fatwa membacakan mengenai revisi masa jabatan pimpinan DPD RI, yang direvisi dari lima tahun menjadi 2,5 tahun.

Baca Juga:   Pilkada DKI Jakarta Membutuhkan Dana Yang Besar

Kemudian AM Fatwa turun dari mimbar sidang langsung menyerahkan Revisi Tata Tertib DPD RI kepada Ketua DPD RI Irman Gusman. Setelah itu Irman Gusman menolak untuk menandatangani draft revisi tata tertib tersebut.

Setelah itu muncul interupsi yang silih berganti datang dari anggota DPD untuk meminta Irman Gusman menandatangani Draft tersebut, alih – alih Irman Gusman menandatangani draft tersebut. Malah Irman Gusman langsung mengambil Palu persidangan dan mengetuknya ke meja persidangan dengan tanda berakhirnya persidangan. Irman Gusman lalu pergi meninggalkan ruang sidang, sedangkan semua anggota meminta Irman Gusman untuk tetap melanjutkan persidangan. Sampai terdapat beberapa anggota DPD yang maju ke depan ruang sidang.

Ketua DPD RI Menolak Tanda Tangan, Sidang DPD Berakhir Ricuh | Hendry Setio Prakoso | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya