Nilai Investasi Bidang Asuransi Meningkat

Share:

diposkan-asuransi-jiwa

Diposkan.com – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan hasil investasi industri keuangan non bank sebesar 329,1 persen hingga September 2016, dari Rp15,91 triliun pada kuartal III 2015 menjadi Rp36,45 triliun.

Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengatakan pertumbuhan ini terjadi karena membaiknya pasar keuangan Indonesia. Industri asuransi jiwa tercatat memperoleh keuntungan besar di instrumen saham sebesar Rp107,4 trilun atau melonjak 53 persen dari cakupan periode yang sama tahun lalu Rp70,18 triliun. Dari total tersebut, instrumen saham berkontribusi 22,9 persen dari total portfolio industri asuransi jiwa.

“Memang tahun lalu kondisi market agak jeblok, berbeda dengan tahun ini yang lumayan bagus. Menjelang akhir tahun pun sepertinya masih bagus,” ujar Hendrisman dalam paparan kinerja kuartalan, Jumat (18/11) yang dilansir dari cnnindonesia.com.

Bukan hanya saham beberapa instrumen yang mencatatkan hasil investasi positif antara lain reksadana, yang tumbuh 34,7 persen, sukuk korporasi 22 persen dan Surat Berharga Negara (SBN) meningkat 26,3 persen. Namun  untuk investasi di instrumen deposito tercatat turun 17,3 persen, dari Rp59,54 triliun pada kuartal III 2015 menjadi Rp49,23 trilun.

Baca Juga:   Dirut Sido Muncul Gagas 20.000 Kafe Jamu se-Indonesia

Hendrisman menambahkan jika sejak awal tahun bunga deposito perbankan turun drastis, jadi memang secara perlahan dialihkan pada portfolio ke instrumen yang memberi hasil positif. Selain itu, total pendapatan industri asuransi jiwa di kuartal III 2016 meningkat sebesar 78,1 persen menjadi Ro158,65 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp89,1 triliun. Pendapatan tersebut ditopang oleh kinclongnya kinerja hasil investasi.

Adapun total pendapatan premi, tercatat hanya meningkat 15,1 persen menjadi Rp116,06 triliun, dari Rp100,8 triliun pada kuartal III tahun lalu.

“Kami bersyukur jalur distribusi bancassurance masih mampu berkontribusi terhadap pendapatan premi kami, saluran bancanssurance tumbuh 32 persen dan berkontribusi 42 persen dari keseluruhan pendapatan premi,” ujarnya.

Sementara itu total klaim dan manfaat justru meningkat 17,3 persen, dari Rp61,76 triliun pada kuartal III 2015 menjadi Rp72,45 triliun. Tercatat klaim kesehatan meningkat paling besar jika dibandingkan klaim akhir kontrak dan klaim meninggal dunia. AAJI mencatat klaim kesehatan melonjak sebesar 22,3 persen menjadi Rp7,34 triliun dari Rp6 triliun yang dibayarkan pada kuartal III tahun lalu.

Nilai Investasi Bidang Asuransi Meningkat | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya