Pustaka Terapung, Sarana Penunjang Literasi Masyarakat Pesisir

Share:
Pustaka Terapung

Pustaka Terapung

Diposkan.com – Buku adalah jendela dunia merupakan suatu pernyataan yang tak diragukan lagi kebenarannya. Kebutuhan akan informasi dapat kita peroleh dari bacaan-bacaan yang terdapat dalam sebuah buku.

Pentingnya membaca buku juga ikut mendorong minat baca di masyarakat meningkat. Pemerintah membuat program perpustakaan keliling untuk menjangkau daerah di daratan serta program perpustakaan apung untuk menjangkau masyarakat di daerah pesisir.

Jumlah perpustakaan apung di Indonesia hanya berjumlah tujuh. Salah satunya berada di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Hal itu juga merupakan salah satu usaha untuk mencanangkan Riau menjadi provinsi literasi di Pustaka Wilayah Soeman HS.

Baca Juga:   Produser "Rudy Habibie" Kesal Terhadap Pengelola Bioskop

Dengan biaya operasional hingga Rp400 juta pertahun, perpustakaan terapung menyusuri daerah-daerah kepulauan yang sulit dijangkau lewat daratan. Pustaka Wilayah Soeman HS Provinsi Riau juga termasuk kategori terbaik di Indonesia.

“Arsitektur untuk pembangunan memang terbaik se-Indonesia tapi kalau untuk pengelolaan belum bisa dikatakan nomor satu,” kata Kepala Perpustakaan Nasional, Sri Sularsih seperti dikutip oleh Antaranews.com.

Namun, mahalnya biaya operasional tak menjamin baiknya pengelolaan perpustakaan. Sri Sularsih mengemukakan bahwa perpustakaan di daerah dapat sukses dan menarik masyarakat apabila telah mencapai minimal 800 pengunjung.

Pustaka Terapung, Sarana Penunjang Literasi Masyarakat Pesisir | Metanisa | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya