Pengamat Inginkan Holding BUMN Pangan Fokus ke Produksi Pangan

Share:

diposkan-bumn-pangan

Diposkan.com – Pengamat pertanian dari Universitas Lampung Bustanul Arifin menanggapi rencana pemerintah untuk membentuk induk perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan. Menurutnya sebelum melakukan holding sebaiknya pemerintah perlu memfokuskan rencana pembentukan pada kegiatan produksi.

Hal ini disebabkan, dari tujuh perusahaan BUMN yang kabarnya akan dikonsolidasikan menjadi holding pangan, sebagian besar tidak ada yang bekerja di ranah hulu atau produksi pangan. Menurut Bustanul BUMN Pangan yang ada belum memproduksi pangan melainkan hanya benih, yaitu Sang Hyang Seri (SHS).

Bulog, SHS, Pertani, BGR, Berdikari, Perindo dan Perinus, dari tujuh itu mana yang produksi? Nyaris enggak ada. Perindo produksi, tapi in general (dari BUMN sektor pangan) tidak ada (yang produksi),” kata Bustanul dalam sebuah talk show on air, di Jakarta, Sabtu (17/9) seperti yang dilansir dari Kompas.com.

Bustanul mengatakan, produksi pangan hanya dilakukan oleh petani dan beberapa perusahaan swasta. Sehingga ia berharap jika holding pangan terbentuk maka dapat menjawab kerisauan dirinya, badan tersebut akan ditugasi untuk melakukan kegiatan hulu atau produksi pangan skala luas.

Baca Juga:   Pemerintah Komunikasikan Holding BUMN Gas ke DPR

Bustanul mengingatkan, pada zamn dahulu kala ada konsep Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) yang menjadi holding yang memproduksi pangan tanpa harus bersaing dengan petani. Jika tujuan ini dilakukan maka ia mendukung pembentukan holding pangan ini.

Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu mengatakan, holding pangan harus mencakup kegiatan hulu hingga hilir.

“Tentang holding pangan, saya berharap jangan sampai disederhanakan menjadi konsolidasi neraca. Gunakan momen ini untuk menata ulang mekanisme pembangunan pertanian Indonesia,” kata Said.

Pengamat Inginkan Holding BUMN Pangan Fokus ke Produksi Pangan | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya