Enggar: Target Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 Nyaris Capai Target

Share:

diposkan-enggar

Diposkan.com – Kementerian Perdagangan melaporkan, Trade Expo Indonesia (TEI) 2016, menghasilkan transaksi sebesar US$974,76 juta atau setara dengan Rp12,7 triliun selama sepekan lalu. Capaian tersebut nyaris mencapai target  US$1 miliar atau Rp13 trilun.

Dari total nilai tersebut, transaksi barang mencapai US$826,52 juta, sektor jasa meraup US$48,23 juta, dan investasi Indonesia ke negara lain sebesar US$100 juta. Sementara total pembeli potensial sebanyak 15.567 orang dari 125 negara, sebanyak 110 pembeli potensial melakukan transaksi lansung dengan pelaku usaha dalam negeri.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai capaian TEI 2016 bisa menjadi titik balik peningkatan kinerja ekspor nasional, yang tercatat melemah 10,61 persen sepanjang tahun ini.

“TEI diminta oleh Presiden Joko Widodo sebagai titik balik ekspor nasional, hal tersebut telah berhasil dicapai karena transaksi yang ada lebih tinggi 7,2 persen dibandingkan dengan 2015,” kata Enggartiasto Lukita saat menutup TEI 2016, Minggu (16/10) seperti dikutip dari Antara.

Mendag Enggar juga menyampaikan harapan Presiden Jokowi terhadap kinerja ekspor nasional kembali stabil dan berbalik naik di tengah kondisi perekonomian dunia yang belum membaik. Selain itu, presiden memberikan perintah kepada Kemendag untuk benar-benar menjaga neraca perdagangan, dan apakah TEI bisa dijadikan sebagai titik balik dari ekspor nasional. Sehingga tidak terjadi penurunan, dan bahkan jika mampu terjadi kenaikan.

Dia mengatakan, untuk target ekspor 2017 diharapkan mampu lebih baik jika dibandingkan dengan saat ini. Namun, dirinya masih enggan untuk menyatakan berapa besar target peningkatan ekspor yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan.

Baca Juga:   Menteri Enggar Jaga Stabilitas Harga Gula Kunjungi Produsen Gula di Lampung

Menurut Enggar target ekspor 2017 harus lebih tinggi, setiap tahun harus lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Target ini juga dilihat dari pertumbuhan ekonomi dunia, seberapa jauh mereka pulih atau paling tidak ekspor kita tidak boleh lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Enggar meyakini kondisi stabil maupun sedikit kenaikan untuk kinerja ekspor Indonesia tersebut bisa tercapai dengan adanya pasar-pasar baru tujuan ekspor yang sudah mulai dibuka di luar negara-negara tradisional selama ini. Selain itu juga mendorong usaha kecil menengah (UKM) tujuan ekspor untuk memberikan nilai tambah.

Menurutnya, produk-produk UKM merupakan produk yang memiliki nilai tambah dan mampu membuat kinerja ekspor nasional tidak hanya fokus pada produk primer seperti crude palm oil (CPO). Kementerian Perdagangan tengah mengembangkan upaya pemberian nilai tambah untuk produk UKM melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) dengan program Designers Dispatch Service (DDS).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pernah melaporkan, nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2016 mencapai US$12,63 miliar AS atau menurun 0,74 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Untuk ekspor non-migas Agustus 2016 mencapai US$11,5 miliar atau naik 2,76 persen.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Agustus 2016 mencapai US$91,73 miliar atau menurun 10,61 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Demikian juga dengan ekspor non-migas yang mencapai US$83,11 miliar, menurun 7,32 persen.

Enggar: Target Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 Nyaris Capai Target | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya