Mantan Ketum Muhammadiyah Anggap Perbedaan Hal Biasa

Share:

mantan-ketum-muhammadiyah-anggap-perbedaan-hal-biasa

Diposkan.com – Pro Kontra setelah aksi damai yang dilakukan oleh beberapa ormas islam di Indonesia memang membuat sebagian masyarakat menjadi seolah ikut masuk ke pusaran, masalah tersebut. Salah satu yang ikut angkat bicara adalah Mantan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif yang mengakui bahwa dirinya memaklumi terdapat perbedaan yang memang bisa saja terjadi. Karena memang hal tersebut masih dalam bagian dalam demokrasi.

Namun dirinya memberi saran untuk para peserta aksi untuk tidak melakukan demonstrasi lagi jika memang akan dilakukan lagi, karena memang biayanya sangat tinggi.

“Memang itu bagian dari demokrasi. Namun sebaiknya jangan demo lagi karena biayanya tinggi,” Ujar Mantan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif yang dilansir detik.com.

Baca Juga:   Fahri Hamzah Peringatkan Pemerintah Untuk Berhati - Hati

Dirinya juga enggan untuk digiring kepada sesuatu yang memang sudah mengarahkan ke hal yang menjadi opini baru.

“Karena itu saya tidak mau jadi ‘Pak Turut’ yang artinya ikut apa kata orang. (Kalau hanya jadi Pak Turut) Sia-sia saja hidup ini,” Lanjutnya.

Dirinya juga menganggap bahwa perbedaan dalam demokrasi merupakan hal yang biasa terjadi .

“Ya nggak apa-apa (perbedaan pendapat) kan ada kutub utara dan kutub selatan, biasa itu. Kita saling melengkapi,”  Imbuhnya.

Mantan Ketum Muhammadiyah Anggap Perbedaan Hal Biasa | Hendry Setio Prakoso | 4.5 | Tag: syafii maarif

Kirim Komentar

Berita Lainnya