Ditjen Pajak Selidiki Pelanggaran Pajak Google Indonesia

Share:

diposkan-google

Diposkan.com – Google Indonesia dinilai telah melakukan pelanggaran pajak. Isu ini muncul setelah Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) mengumukan bahwa Google telah menolak untuk diperiksa.  Juru bicara Google Indonesia menyebutkan bahwa selama ini pihaknya telah membayar pajak dan mengikuti berbagai peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia

“PT Google Indonesia telah beroperasi sebagai perusahaan Indonesia sejak tahun 2011. Kami telah dan akan terus bekerja sama dengan pemerintah Republik Indonesia dan telah dengan taat membayar semua pajak yang berlaku di Indonesia,” ujar Head of Corporate Communication Google Indonesia, Jason Tedjakusuma, dilansir dari Kompas.com, Jumat (16/9) pagi.

Pada Kamis (15/9) Ditjen Pajak melakukan pemeriksaan terhadap Google Indonesia. Namun pihak raksasa mesin pencari itu dikabarkan menolak pemeriksaan tanpa memberikan alasan penolakan tersebut. Selanjutnya pihak Ditjen Pajak akan melakukan penyelidikan lebih dalam karena terindikasi ada pelanggaran pajak. Penyelidikan paling cepat dilakukan pada akhir September.

“Kami akan meningkatkan tahapan ke investigasi karena mereka menolak diperiksa. Ini merupakan indikasi adanya tindak pidana,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, Muhammad Hanif.

Baca Juga:   DPR Desak DJP dan Kemenkominfo Kejar Pajak Google

Pemerintah telah melakukan penyelidikan terhadap masalah pajak  Google Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu. Google Indonesia dianggap tidak membayar pajak, salah satunya karena belum menjadi badan usaha tetap (BUT).

Google Indonesia ini belum menjadi wajib pajak. Keberadaannya di Indonesia hanya sebagai kantor perwakilan saja, sehingga transaksi bisnis yang terjadi di Tanah Air tidak berpengaruh ke pendapatan negara. Padahal, transaksi bisnis periklanan di dunia digital (yang merupakan ladang usaha Google) pada tahun 2015 saja mencapai 850 juta dollar AS atau sekitar 11,6 triliun.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, 70 persen dari nilai itu didominasi perusahaan internet global (OTT) yang beroperasi di Indonesia, termasuk Google.  Indonesia bukan satu-satunya negara yang tengah mengincar Google agar patuh terhadap kewajiban pajak. Setidaknya ada tiga negara lain yang sedang menguber-uber Google agar membayar pajaknya, yakni Inggris, Perancis, dan Italia.

Di samping Google, perusahaan OTT asing lain yang tengah disorot oleh Pemerintah Indonesia soal pajak ini termasuk Yahoo, Facebook, dan Twitter.

Ditjen Pajak Selidiki Pelanggaran Pajak Google Indonesia | Fisika Fikri | 4.5 | Tag: pelanggaran pajak oleh google

Kirim Komentar

Berita Lainnya