Alasan Jokowi Ingin CEO BUMN dari Pekerja Asing

Share:

diposkan-jokowi

Diposkan.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ingin ada pekerja asing menjadi pimpinan di perusahaan negara. Jokowi menilai dengan dipimpinan pekerja asing badan usaha milik negara (BUMN) harus memiliki semangat kompetisi yang kuat dan sehat agar BUMN dapat terus maju dan berkembang secara optimal.

“Saya bahkan ingin ada tiga atau empat bule profesional yang memimpin perusahaan BUMN agar orang-orang kita belajar serta termotivasi dan berkompetisi dengan adanya orang-orang asing itu,” katanya seperti dikutip dari Antara di Istana Merdeka, Selasa (3/1) yang dilansir melalui merdeka.com.

Presiden menyatakan Indonesia perlu belajar dari kemajuan perusahaan milik negara di Uni Emirat Arab (UEA). Perusahaan BUMN di negara itu pada awalnya dipimpin oleh orang-orang Eropa, karena fakta menunjukkan orang-orang kulit putih sudah lama memahami dan menguasai dunia bisnis secara modern.

Setelah itu barulah secara bertahap CEO perusahaan-perusahaan itu dipegang oleh orang-orang UEA yang belajar dari orang-orang asing tersebut atau yang telah belajar di luar negeri, sehingga kemudian perusahaan-perusahaan milik negara mengalami kemajuan pesat.

Baca Juga:   Kadin Minta Pemerintah Fokus Kembangkan Energi Baru

“Saya mendapatkan penjelasan ini secara langsung dari Syeikh Muhammad di Uni Emirat Arab beberapa waktu lalu,” kata Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi SP.

Jokowi juga mencontohkan hal yang sama pada Singapura, bahkan sekolah-sekolah di negara itu pada awalnya dipimpin oleh orang-orang asing, sejak dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Pihaknya sudah berencana  sejak dilantik menjadi presiden yang diusulkan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Rini mengatakan pekerja asing diperbolehkan menjadi CEO BUMN dengan syarat lulus mengikuti seleksi. Namun, dia akan lebih mengutamakan anak bangsa terlebih dahulu. Wacana ini dikemukakan untuk dapat menhadapi persaingan global.

Sehingga Rini menegaskan, perlunya petinggi perusahaan BUMN mempunyai kompetensi dalam pemasaran dan persaingan global. Ini penting untuk ekspansi perusahaan BUMN di luar negeri, namun sayangnya kebijakan ini ditolak oleh berbagai pihak mulai dari anggota DPR hingga mantan pejabat BUMN.

Alasan Jokowi Ingin CEO BUMN dari Pekerja Asing | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya