Facebook Siap Tambah Fitur Anti Hoax

Share:

diposkan-facebook

Diposkan.com – Facebok disebut-sebut berperan dalam memenangkan Donald Trump pada Pemilihan Umum Presiden AS 2016. Meskipun tak dituduh punya kerja sama khusus dengan tim kampanye Trump, namun algoritma pada News Feed Facebook dinilai telah membantu menaikkan pamor Trump. Pasalnya, algoritma News Feed berusaha menemukan artikel yang memiliki interaksi tinggi, menyodorkannya, tanpa peduli berita itu benar atau keliru.

CEO Mark Zuckerberg menegaskan berita pada News Feed 99 persen memaparkan fakta. Cuma satu persen yang bersifat hoax. Ia pun berjanji akan terus memperbaiki performa News Feed dan memerangi berita hoax.

“Kami tak mau ada berita hoax di Facebook. Tujuan kami adalah memberikan konten berita yang bermakna dan akurat,” kata dia, sebagaimana dilaporkan BBC dan dihimpun KompasTekno, Senin (14/11).

Sebuah hasil studi menunjukkan berita hoax lebih cepat menyebar di internet. Ketika ada klarifikasi atau follow up bahwa berita itu tak benar, warga maya sudah terlanjur percaya pada berita awal. Gaung beritanya pun tak segencar berita hoax yang lebih dahulu viral.

Hal ini dikarenakan rata-rata berita klarifikasi tak se-viral berita pertama yang akurasinya kurang. Hal ini disadari Zuckerberg, dirinya akan berupaya mengikis berita hoax dengan fitur flag dan berjanji akan meningkatkan kinerja layanan.

Baca Juga:   Cek Update! Kini Instagram Bisa Posting Video Hingga Durasi 60 Detik

“Kami telah merilis fitur flag yang memungkinkan pengguna melaporkan berita palsu atau hoax. Masih banyak upaya kami ke depan. Setidaknya kami terus berprogres dan akan selalu meningkatkan layanan. Saya yakin kami akan menemukan banyak cara untuk memberikan konten kredibel. Tapi saya juga percaya yang terpenting kita semua harus berhati-hati menyaring informasi untuk diri kita sendiri,” ia menjelaskan.

Associate profesor di University of North Carolina, Zeynep Tufekci mengatakan, ada berita hoax tentang Trump yang jadi viral di News Feed. Berita tersebut menguntungkan Trump sebagai kandidat yang kala itu sedang berkampanye.

“Ada sebuah cerita fiktif yang mengklaim Paus Fransiskus mendukung Trump. Cerita itu dibagikan lebih dari sejuta kali, dan diprediksi dilihat oleh lebih dari 10 juta orang. Sementara itu artikel yang mengoreksi cerita fiktif itu sama sekali tidak terdengar. (Melihat hal ini) tentu saja Facebook memiliki pengaruh terhadap hasil Pemilihan Umum Presiden AS lalu,” ia berasumsi.

Facebook Siap Tambah Fitur Anti Hoax | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya