Masalah Aplikasi GrabCar dan Uber taksi, Jokowi Masih Tunggu Menhub

Share:

6baca1f907687e88643885b8952ff439

Diposkan.com – Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) berunjuk rasa menuntut agar taksi berbasis aplikasi diblokir. Masukan tersebut sudah sampai kepada Presiden Joko Widodo, namun belum ada tindak lanjut dari masalah tersebut.

Menurut presiden Jokowi, dalam mengambil keputusan tersebut tidak dapat dilaksanakan serta merta.

“Presiden sampaikan tidak bisa serta merta memutuskan sebelum mendengar langsung penjelasan dari Kominfo,” ucap juru bicara Presiden, Johan Budi, di kompleks Istana, Jakarta, Senin (14/3/2016) seperti dilansir dari newsdetik.com.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta kepada Menkominfo Rudiantara agar memblokir aplikasi GrabCar dan Uber taksi. Tentu penjelasan dari Menhub juga dibutuhkan oleh Presiden untuk menentukan sikap

“Tuntutan mereka adanya perlakuan yang sama, kalau mau bisnis ya pelat kuning. Itu didengar juga (oleh Presiden). Tapi tidak serta merta, karena kebutuhan masyarakat harus diakomodir juga,” ujar Johan.

Baca Juga:   Dukung UKM, Telkom Luncurkan Layanan Finpay

Jonan juga menambahkan Presiden memahami aspirasi dari pengemudi angkutan yang keberatan dengan adanya taksi online, karena tidak ada regulasi yang mengatur angkutan berpelat hitam. Meskipun begitu, kebutuhan masyarakat juga jadi pertimbangan Presiden

“Presiden sampaikan akan mendengar dulu apa yang terjadi, bagaimana jalan tengahnya agar masing-masing tidak dirugikan baik dari bisnis atau kebutuhan masyarakat luas,” imbuhnya.

Mantan Plt pimpinan KPK juga menjelaskan bahwa Presiden tidak serta merta menutup aplikasinya, tidak bisa juga serta merta meng-ignore keresahan para sopi taksi (legal) itu. Karena itu perlu dilihat dalam aturan-aturannya secara bersama-sama

Masalah Aplikasi GrabCar dan Uber taksi, Jokowi Masih Tunggu Menhub | Ari Purwanti | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya