Peran Hakim dalam Penentuan Keputusan Perkara Ernaly

Share:
ilustrasi perkara hukum

ilustrasi perkara hukum

Diposkan.com – Hakim diharapkan untuk bertindak teliti dan profesional, jujur, independen dan penuh tranparan dalam mengadili suatu perkara. Seperti perkara hukum yang menjerat ibu rumah tangga bernama Ernall Candra.

Ernally dituduh melakukan kasus pencurian dalam keluarga oleh mantan suaminya, SN. Sampai saat ini, kasus tersebut masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Sehingga, Ibu dua anak ini dijerat dengan Pasal 367 ayat (2) KUHP jo, Pasal 376 KUHP jo dan Pasal 372 KUHP.

M Zakir Rasyidin selaku praktisi hukum menjelaskan bahwa pasal-pasal yang didakwakan oleh  jaksa penuntut umum (JPU) salah alamat. Zakir mengatakan bahwa pasal tersebut memenuhi kualifikasi delik aduan, sehingga dengan dicabutnya aduan pada tahap penyidikan, sebenarnya perkara Ernaly sudah dianggap selesai.

Baca Juga:   Setelah Malang, Giliran Kepulauan Mentawai Yang Diguncang Gempa

Dengan demikian, menurut Pasal 182 ayat 3 KUHAP, salah satu pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara tidak hanya berdasarkan pada dakwaan JPU adalah pengungkapan fakta dan peristiwa yang sebenarnya berdasarkan alat bukti yang dimiliki oleh terdakwa.

“Dan dibanyak kasus hukum yang sudah terjadi putusan atas keyakinan hakim untuk membebaskan terdakwa sudah sering terjadi,” jelas Zakir seperti dilansir oleh Okezone.com.

Peran Hakim dalam Penentuan Keputusan Perkara Ernaly | Metanisa | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya