Neraca Pembayaran Indonesia Meningkat pada Kuartal III 2016

Share:

diposkan-bi

Diposkan.com – Bank Indonesia (BI) melaporkan surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III-2016 sebesar US$5,7 miliar menyusul naiknya penanaman modal langsung. Hal ini menunjukkan kenaikan dibanding kuartal sebelumnya yang mencatatkan surplus sebesar US$2,2 miliar, maupun dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya dengan defisit US$ 4,6miliar, posisi NPI kuartal lalu membaik.

Pada periode Juli-September 2016, neraca transaksi modal dan finansial (TMF) pada triwulan yang sama mencatatkan surplus sebesar US$9,4 miliar, melonjak dibandingkan dengan surplus kuartal sebelumnya US$7,9 miliar dan surplus periode yang sama tahun sebelumnya, US$0,2 miliar.

“Hal ini menunjukkan tingginya aliran modal pada kuartal III-2016,” tutur Kepala Departemen Statistik BI Hendy Sulistiowati dalam paparannya di Gedung Thamrin BI, Jumat (11/11) yang dilansir dari cnnindonesia.com.

Hendy menjelaskan peningkatan surplus TMF dipengaruhi oleh naiknya surplus investasi langsung dari US$3,0 miliar menjadi US$5,2 miliar. Hal ini dikarenakan adanya neto penarikan utang korporasi antar-afiliasi pada kuartal-III 2016 setelah pada kuartal sebelumnya mencatat neto pembayaran utang.

Aliran modal masuk tercatat sebesar US$6 miliar naik dari kuartal sebelumnya, US$4,2 miliar. Sektor yang banyak dilirik adalah manufaktur dan pertambangan dan sektor lain-lain (termasuk jasa dan properti). Sementara, aliran modal keluar hanya US$0,8 miliar, turun dari kuartal sebelumnya, US$1,3 miliar.

Baca Juga:   Bank BJB Gelar Pelatihan Kewirausahaan Bagi UMKM

Selain itu, turunnya defisit investasi lainnya dari minus US$3,7 miliar menjadi US$2,3 miliar juga berdampak positif pada surplus TMF. Sedangkan surplus neto investasi portofolio tercatat lebih rendah dibanding kuartal II 2016, dari US$8,3 miliar menjadi US$6,5 miliar. Hal ini disebabkan karena tidak ada penerbitan global bonds pemerintah pada kuartal III 2016.

Surplus investasi portofolio masih besar akibat sentimen positif terkait implementasi program amnesti pajak. Sementara dari sisi transaksi berjalan (current account deficit/CAD), defisit mengecil dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, yakni dari US$5,0 miliar atau 2,16 persen dari Produk Dometik Bruto (PDB) menjadi US$4,5 miliar atau 1,83 persen dari PDB.

Begitu juga dengan defisit tersebut masih melebar jika dibandingkan defisit kuartal III 2015 yang tercatat sebesar US$3,9 miliar atau 1,81 persen dari PDB.

Neraca Pembayaran Indonesia Meningkat pada Kuartal III 2016 | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya