RUPS XL: Jual Tower dan Cetak 265 Juta Lembar Saham untuk Bayar Hutang

Share:

Direksi-XL-Axiata

Diposkan.com – XL Axiata mencatat pencapaian bisnis sepanjang 2015 memperlihatkan hasil positif, namun XL Axiata masih enggan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham. Karena pada dasarnya kondisi keuangan masih merugi. Hal ini terungkap saat perusahaan menggelar RUPS XL (Rapat Umum Pemegang Saham) yang digelar Kamis (10/3) di Raffless Hotel, Jakarta.

RUPS XL menyetujui seluruh normalized net profit untuk dijadikan laba ditahan. Hal ini dikarenakan belum signifikan nilai tersebut untuk dijadikan dividen per lembar saham dengan mengacu kepada kebijakan Dividen Perseroan dan besaran nilai laba tahun berjalan setelah penyesuaian (normalized net profit) yang telah dibukukan Perseroan.

Tak hanya itu, perusahaan juga akan menggalang dana yang akan digunakan untuk membayar kembali pinjaman dari pemegang saham Axiata Group sebesar USD 500 juta. Dana tersebut dulunya dipakai untuk membeli operator Axis Telekomunikasi Indonesia pada 2014 silam. Sehingga pihak XL Axiata akan melakukan dua langkah strategis seperti yang dilansir dari arenalte.com berikut ini.

Pertama, XL Axiata akan menjalankan monetisasi aset dengan menjual menara telekomunikasi yang dimiliki. Untuk hal ini, XL telah mengumumkan untuk menjalankan proses tender. Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, Direktur and Chief Financial Officer XL mengatakan sudah ada beberapa perusahaan yang mengambil dokumen tender. Namun ia masih menolak untuk membeberkan detailnya. “Kami akan melepas sekitar 2.500 menara saja. Tidak akan menjual lagi 4.000 menara yang tersisa karena sangat krusial bagi core jaringan kami,” jelas Adlan.

Langkah berikutnya, RUPS XL memutuskan rencana penambahan modal melalui mekanisme penawaran umum terbatas II dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya Rp 2,75 miliar, Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) per saham. Axiata yang akan mengambil bagian atas saham baru tersebut serta menggunakan hak tagihnya sebagai kompensasi setoran modal untuk menghapus kewajiban utangnya. Selain itu, perusahaan juga akan menjalankan program LTI (Long Term Incentive) 2016-2020 dengan menerbitkan saham baru (rights issue) sebanyak-banyaknya 265 juta lembar saham melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Baca Juga:   Pembebasan Lahan Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung Dikebut

Sementara itu Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini pada sesi Paparan Publik (Public Exposure) RUPS XL memaparkan pencapain bisnis perseroan sepanjang 2015 yang memperlihatkan hasil positif. Hal ini ditandai dengan antara lain ARPU pelanggan yang terus meningkat, serta trafik Data yang tumbuh signifikan lebih dari 35% pada kuartal 4 2015.

Tidak hanya itu, peningkatan pencapaian juga terjadi pada pertumbuhan pendapatan yang ditandai dengan meningkatnya trafik data yang meningkat sebesar 54% yang mempengaruhi pendapatan layanan data sebesar 14% sepanjang tahun 2015.

Sedangkan pada sisi infrastruktur, XL berkomitmen terus menjaga dan meningkatkan kualitas jaringan. Hingga akhir 2015, XL telah memiliki 58.879 BTS, meningkat 13% dari tahun sebelumnya. Jangkauan jaringan XL juga semakin luas, di mana lebih dari 92% untuk layanan 2G, dan lebih dari 50% untuk layanan 3G. Sedangkan pada layanan 4G LTE pada spektrum 1800MHz yang telah diluncurkan secara komersial pada November 2015, XL telah membangun sebanyak 3.134 BTS 4G per akhir tahun 2015. Layanan internet cepat 4G LTE XL hingga saat ini tersebar di 36 kota. Perusahaan menargetkan 85 kota hingga akhir tahun 2016.

Sementara pada pengelolaan keuangan, seiring dengan transformasi, manajemen XL juga secara proaktif menjalankan rencana yang jelas dan konkret dalam memperkuat posisi keuangan perusahaan melalui rangkaian program inisiatif “Balance Sheet Management“. Program ini mencakup percepatan pelunasan dan konversi hutang ke mata uang Rupiah senilai USD 590 juta.

RUPS XL: Jual Tower dan Cetak 265 Juta Lembar Saham untuk Bayar Hutang | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya