Heru Budi Hartono Menjadi Wakil Ahok Pada 2017

Share:

860403_08044804032016_heru_budi_hartono

Diposkan.com – Pertarungan untuk memperebutkan kursi DKI Jakarta 1 semakin panas dan semakin seru, setiap harinya muncul berita – berita tentang kemungkinan – kemungkinan calon yang akan maju ke bursa DKI Jakarta 1. Dari sekian banyak calon yang mucul dipermukaan, tetap calon incumbent Basuki Tjahaja Purnama yang tetap menjadi perbincangan hangat dalam bursa kali ini.

Dari pertama, Basuki Tjahaja Purnama sudah dipanaskan melalui kabar partai pengusung sampai wakil yang akan mendaminginya nanti. Tetapi kabar yang baru – baru ini beredar adalah masalah calon wakil yang mendampinginya. Perlu diketahui bersama Basuki Tjahaja Purnama maju menjadi Gubernur DKI Jakarta melalui Jalur Indepnedent dengan bantuan teman Ahok atau simpatisan yang mendukung pencalonan Basuki Tjahaja Purnama.

Sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama menyatakan pilihannya kepada wakilnya sekarang Djarot Saiful Hidayat, Djarot diniliai pas untuk mendampinginya. Tetapi jalan Ahok tidaklah sejalan dengan apa yang diinginkan oleh Teman Ahok, karena PDIP tidak mau mengusung Ahok yang menjadi calon dari Independent.

Melalui halaman resmi Teman Ahok, mereka akhirnya memutuskan bersama Basuki Tjahaja Purnama akan maju pada tahun 2017 bersama Heru Budi Hartono, kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemda DKI.

Baca Juga:   Partai Golkar Akan Tetap Dukung Jokowi

“Dalam pembicaraan semalam Pak Ahok menyatakan bahwa idealnya beliau tetap berpasangan dengan Pak Djarot Saiful Hidayat, wakil beliau saat ini. Sebab Pak Djarot sudah teruji sebagai Wakil Gubernur dan sejauh ini dinilai cocok dengan Pak Ahok. Namun kami tentu tidak ingin berjudi terlalu banyak. Kami bersedia memasukkan nama Pak Djarot dalam form dukungan KTP jika beliau bersedia maju melalui Independen sekalipun nanti tidak didukung oleh PDIP. Jika tidak, tentu pekerjaan kami akan sia-sia. Karena tidak mendapatkan kepastian soal itu dan Pak Ahok, kami meminta nama lain yang lebih pasti. Pak Ahok menyodorkan nama Pak Heru Budi Hartono, kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemda DKI,” Tulisan yang ada di dalam web resmi teman AHok.

Saat ditanya kepada Djarot mengenai pencalonan yang dilakukan Ahok dengan Heru, dia sudah disampaikan oleh Ahok. Dan dia tidak merasa keberatan dengan digantinya nama Djarot dengan Heru.

“Bukan hanya dengar. Tadi sudah disampaikan. Ya nggak apa-apa. Itu hak beliau. Masing-masing orang punya hak. Tapi saya sebagai wagub itu juga rekomendasi partai. Kalau Pak Gubernur mau tarik saya, ya harus melalui partai,” Tambah Djarot.

 

Heru Budi Hartono Menjadi Wakil Ahok Pada 2017 | Hendry Setio Prakoso | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya