600 Ton Jeruk Ilegal dari China Gagal Masuk Indonesia

Share:

jeruk-impor

Diposkan.com – Sebanyak 600 ton lebih buah jeruk asal China digagalkan masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Jeruk ini digelapkan dengan modus komoditas ekspor yang dikemas dalam 34 kontainer ukuran 40 feet. Dalam dokumen impor barang tersebut tertulis buah pir dan apel.

“Tapi setelah dicek, buah jeruk lebih banyak, hampir 50 persen berisi buah jeruk,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Terminal Petikemas Surabaya, Jumat (4/3) seperti yang dilansir dari kompas.com.

Barang yang datang ke Surabaya secara bertahap sejak Januari lalu telah dipebuhi buah jeruk yang sudah membusuk dan sebagian sudah dipenuhi belatung saat dicek oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman Jum’at (4/3) .

Baca Juga:   Harga Pangan Naik Bank Indonesia Gandeng TPID Jakarta Cegah Inflasi

Kepala Bidang Karantina Tumbuhan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Imam Djajadi, menjelaskan, penggelapan identitas komoditas impor dilakukan dengan meletakkan keranjang dan kardus jeruk di bagian belakang kontainer.

Gagal beredarnya jeruk impor ini berhasil menyelamatkan Rp 2,2 triliun potensi kerugian petani lokal. Itu jika telur dan larva lalat buah yang terbawa di dalam buah impor ilegal ini menjangkiti tanaman dalam negeri.

Sementara itu, pihak importir terancam dikenai Pasal 5 Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, dengan ancaman pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 150 juta.

600 Ton Jeruk Ilegal dari China Gagal Masuk Indonesia | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya