ICW Nilai Deponering Abraham Samad Dan Bambang Widjojanto Terlambat

Share:

1345468021-foto2780x390

Diposkan.comKasus yang menjerat dua mantan petinggi KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto yang sempat menjadi perbincangan umum masalah pemberian deponering yang dilakukan Kejaksaan, terus menjadi polemik. Menurut Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan Komisi III mengatakan bahwa deponering yang diberikan kepada mantan dua petinggi KPK tersebut tidak jelas, dan unsur kepentingan umumnya tidak terpenuhi sama sekali.

“DPR ketika memberikan pendapatnya kepada Jaksa Agung secara jelas mengatakan bahwa pemberian deponering tersebut tidak tepat karena unsur kepentingan umumnya tidak terpenuhi,” Ujar Bambang Soesatyo.

Menurut pendapat Bambang Soesatyo, pemberian deponering yang diberikan kepada Abraham Samad dan Bambang Widjojanto sangat berbeda dengan kasus yang diberikan deponering juga kepada dua mantan petinggi KPK Bibit dan Chandra. Kedua petinggi tersebut sudah memenuhi unsur dalam diberikan diponering sehingga sah saja untuk diberikan diponering,. Bambang juga menambahkan, jika tidak diberikan diponering kepada Bibit dan Chandra, akan terjadi pemberhitihan proses kasus korupsi yang ditangani KPK.

Baca Juga:   Demo Buruh untuk Menyuarakan Aspirasi Bukan Merusak Di Sana-Sini

“Pemberian diponering tersebut berbeda pada saat Kejaksaan Agung memberikan ke pimpinan KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Pemberian diponering tersebut karena demi menyelamatkan pemberantasan korupsi,” tambahnya.

Namun dilain pihak,Kordinator Indonesia Corruption Watch, Adnan Topan Husodo  menyayangkan deponering terhadap Abraham Samad dan Bambang Widjojanto yang  terkesan terlambat, yang harus menunggu dalam waktu satu tahun.

“Keputusan deponir ini termasuk cukup lama jika dibandingkan kasus Bibit dan Chandra. Kita semua harus menunggu satu tahun,” Ujar Adnan.

 

ICW Nilai Deponering Abraham Samad Dan Bambang Widjojanto Terlambat | Hendry Setio Prakoso | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya