Darmin Belum Berharap Nilai Tukar Rupiah Semakin Menguat

Share:

676251_04521819022016_darmin_nasution

Diposkan.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat. Nilai tukar rupiah perlahan tapi menguat ke level Rp 13.100 per dolar AS.

Namun pemerintah  belum berharap rupiah semakin menguat karena harga produk dalam negeri kian mahal dan dampaknya tidak bisa bersaing dengan produk negara lain. Seperti yang dikatakan Darmin Nasution, dirinya belum berharap rupiah bergerak diatas nilai fundamentalnya.

Meski tak menyebut level fundamental rupiah, Darmin menilai, penguatan kurs rupiah dipicu derasnya aliran modal masuk (capital inflow) dari para investor yang menilai Indonesia sebagai negara tujuan investasi yang menjanjikan.

“Secara global, kecenderungan negara maju menurunkan tingkat bunga. Kita walaupun turun, masih relatif tinggi, tapi pertumbuhan ekonomi kita dianggap tidak turun malah membaik. Sehingga para pemilik dana menganggap investasi di Indonesia menjanjikan, uangnya masuk ke sini dan rupiah menguat,” jelas Darmin Jum’at (4/3) seperti yang dilansir dari liputan6.com.

Pemerintah terus berusaha untuk meneruskan implementasi kebijakan stabilisasi rupiah dari sisi fiskal, berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter agar dana asing yang sudah masuk tidak buru-buru kabur atau pulang kampung.

Baca Juga:   Menprin Dorong Industri Transaksi Pakai Rupiah

Kekhawatiran larinya dana dari Indonesia, disebabkan kenaikan tingkat bunga acuan oleh Bank Sentral AS atau The Federal Reserve. Namun Darmin masih meragukan The Fed akan kembali mengeksekusi penyesuaian Fed Fund Rate mengingat perekonomian AS belum sepenuhnya membaik.

Begitupun Uni Eropa, Jepang dan China,  tidak akan mendorong kenaikan tingkat suku bunga sehingga kondisi tersebut mengerek kurs rupiah.

“Kalau AS tiba-tiba menaikkan tingkat bunga, akan ada perubahan. Tapi saya tidak percaya seperti di masa lalu, karena kalaupun dia (AS) mau menaikkan suku bunga, itu pun dilihat orang tidak banyak dampaknya. Karena negara lain menurunkan bunga, AS ragu apalagi pertumbuhan ekonominya tidak cukup bagus,” tutur Darmin.

Senada dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pelaku usaha maupun investor sangat menginginkan kurs rupiah bergerak stabil, tidak naik turun sehingga mereka dapat menghitung anggaran perusahaan selama setahun ke depan.

“Pengusaha tentu punya cara sendiri bagaimana mem-pack dengan si buyer supaya harga produk bisa diserap meski rupiah menguat. Kami akan terus berkoordinasi supaya stabilitas kurs Rupiah terjaga dan pelaku usaha semakin meningkatkan produktivitasnya,” ujar Saleh

Darmin Belum Berharap Nilai Tukar Rupiah Semakin Menguat | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya