Sikap Pemerintah Tendang JP Morgan Dianggap Baper

Share:

diposkan-sri-mulyani2

Diposkan.com – Keputusan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang memutuskan hubungan kerja sama dengan JP Morgan Chase Bank NA sebagai bank rekanan pemerintah dalam mengelola transaksi penerimaan negara. Mempengaruhi investor dalam melakukan investasi di Surat Berharga Negara (SBN) dolar AS, dan euro atau global bonds yang dirilis pemerintah.

Dalam riset yang dirilis JP Morgan pada 13 November 2016 lalu, JP Morgan menyebut ada pecundang dalam pemulihan ekonomi AS usai terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS. JP Morgan memamerkan imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun di pasar AS meningkat dari 1,85 persen menjadi 2,15 persen.

JP Morgan mengeluarkan rilis yang membuat investor takut berinvestasidi pasar negara-negara berkembang, seperti Brasil dan Indonesia. Tak cuma itu, JP Morgan juga menyeret turun rekomendasi Indonesia, yakni dari overweight menjadi underweight.

Padahal, bank yang beroperasi dengan status Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) tersebut didapuk menjadi bank persepsi sejak 2002 silam. JP Morgan bahkan menjadi penjamin emisi dan diler SBN berdenominasi valuta asing yang diterbitkan pemerintah.

Tak heran, empat hari sejak rilis tersebut meluncur sejak 17 November 2016 silam, Kementerian Keuangan langsung melayangkan surat pemutusan hubungan kerja sama dengan JP Morgan. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim, keputusan itu diambil berdasarkan hasil evaluasi mendalam dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami, tidak menutup diri, bahkan membuka diri terhadap semua kritik dan penilaian. Karena, penting bagi kami untuk memperbaiki diri. Namun, lembaga keuangan yang memiliki nama besar memiliki tanggungjawab besar menciptakan psikologi pasar yang positif, bukannya malah misleading (menyesatkan),” tegas Sri Mulyani yang dilansir dari cnnindonesia.com.

Keputusan in bagi sebagian kalangan sebagai sikap patriotisme karena JP Morgan mengeruk keuntungan dari operasionalnya di Indonesia, namun di sisi lain, JP Morgan malah membuat investor lari tunggang langgang melalui hasil risetnya.

Baca Juga:   Blue Bird Yakin Mampu Bersaing dengan Taksi Online

Sri Mulyani mengatakan JP Morgan seharusnya berkerjasama dengan pemerintah untuk saling menguntungkan. Ibarat kata, simbiosis mutualisme. Namun, kalau keuntungan tersebut tidak diperoleh salah satu pihak, tak ayal salah satunya akan hengkang sendiri atau ditendang, dalam kasus JP Morgan.

Sementara itu pihak JP Morgan menuturkan, pihaknya tengah mengupayakan penyelesaian masalah dengan Kementerian Keuangan. JP Morgan berharap, bisnisnya tetap beroperasi seperti biasanya.  Saat ini JP Morgan memegang kepentingan bisnis yang besar di Indonesia. Sejak 2012, JP Morgan tercatat menjadi penjamin emisi penjualan obligasi pemerintah senilai US$14 miliar, termasuk US$3,4 miliar pada tahun lalu.

Win Thin, Kepala Strategi Mata Uang Negara Berkembang Brown Brothers Harriman menyebutkan, sanksi yang diberikan pemerintah Indonesia merupakan protes atas riset JP Morgan. Sebagai rekanan pemerintah, temuan JP Morgan diharapkan ‘berisi’ bagi klien mereka.

“Itu membuat saya tidak nyaman, ketika saya melihat pemerintah berusaha untuk memengaruhi analis independen. Indonesia sensitif sekali untuk melakukan hal itu, sedikit konyol. Ini menunjukkan kepada Anda, seberapa sensitif pengambil kebijakan di Indonesia,” tutur Thin.

Mengutip istilah kelompok milenial zaman sekarang, Thin ingin mengucapkan bahwa Pemerintah Indonesia terlalu terbawa perasaan alias baper.

Sikap Pemerintah Tendang JP Morgan Dianggap Baper | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya