Penolakan Revisi UU KPK, Ketua Partai Idaman Menyerahkan Plakat Platinum Lagu Tentang Korupsi

Share:

Penyerahan plakat lagu anti korupsi kepada Direktur Pembinaan Jaringan Kerjasama Antar Komisi dan Instansi KPK Dedie A Rachim oleh Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama (kiri)

Diposkan.com – Berbagai reaksi dilakukan oleh partai-partai politik dalam menanggapi isu revisi UU KPK. Hal tersebut juga dilakukan oleh Partai Islam Damai dan Aman (Idaman).

Ketua umum Partai Idaman, Rhoma Irama menolak adanya revisi terhadap UU KPK. Penolakan tersebut dilakukan dengan menyerahkan album lagu Rhoma Irama tahun 1980-an yang berjudul “Indonesia”, Kamis (3/3).

Lagu tersebut merupakan salah satu lagu yang dinyanyikan oleh Rhoma Irama terkait tentang isu korupsi. Selain itu, Rhoma juga memberikan pelakat penghargaan platinum yang menunjukkan album tersebut laris di pasaran kepada Direktur Direktorat Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI).

Baca Juga:   Diet Kantong Plastik, Usaha Peduli Lingkungan Namun Kurang Dukungan

“Tadi memberikan lagu ‘Indonesia’ ini, liriknya di antaranya, eh mau denger tidak lagunya? Sudah tahu belum? Selama korupsi, semakin menjadi-jadi. Jangan diharapkan, adanya pemerataan. Hapuskan korupsi, di segala birokrasi. Agar terlaksana, kemakmuran yang merata. Sehingga tidak lagi terjadi. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin,” tutur Rhoma dengan bernyanyi yang diikuti oleh rombongan anggota partai di depan gedung KPK seperti dilansir oleh Suara Pembaharuan.

 

 

Penolakan Revisi UU KPK, Ketua Partai Idaman Menyerahkan Plakat Platinum Lagu Tentang Korupsi | Metanisa | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya