Menkeu Bangga dengan Kinerja Dirjen Pajak

Share:

diposkan-sri-mulyani2
Diposkan.com – Periode pertama tax amnesty telah berakhir pada 30 September lalu. Hasil pelaporan harta yang diraih Direktorat Jenderal Pajak hingga mencapai Rp 3.500 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi kinerja Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijusteadi dan para pegawai Ditjen Pajak yang telah bekerja maksimal.

Apresiasi tersebut dituliskan dalam buku catatannya yang diunggah di laman Facebook Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Kepada Pak Ken dan seluruh jajaran Ditjen Pajak yang saya banggakan. Saya ingin menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi yang luar biasa dalam melaksanakan tugas, melayani masyarakat yang ingin menggunakan hak pengampunan pajak,” ujar Sri Mulyani seperti dikutip di laman Facebok Kementerian Keuangan, Jakarta, Minggu (2/10) yang dilansir dari Kompas.com.

“Pagi, Siang, Malam, hingga dini hari terus menerus berganti giliran, semua ikut terjun menangani antusiasme masyarakat yang membludak, dengan penuh kesabaran, perhatian, senyum, semangat membantu, dan semangat untuk menunjukan bahwa Ditjen Pajak adalah lembaga yang bisa dipercaya, disegani, dibutuhkan, dan dihormati oleh rakyat kita,” lanjut mantan Gubernur World Bank ini.

Ani, sapaan akrabnya, mengatakan dari pencapaian program pengampunan pajak periode pertama bisa menjadi modal untuk membangun, mereformasi dan memperbarui Ditjen Pajak. Sehingga, makin dipercaya sebagai tulang punggun penerimaan negara.

Baca Juga:   Tax Amnesty Tambah Devisa Negara, Rupiah Kian Menguat

Dirinya akan terus verkomitmen dalam mendorong upaya bersama dalam mencapai penerimaan dari pajak tahun 2016. Selain itu, dirinya juga terus akan memperbaiki basis pajak dan tax ratio Indonesia.

“Selamat sekali lagi atas capaian tahap pertama pertama pengampunan pajak dan kerja tim yang sangat baik. Kita juga harus terus membangun, menumbuhkan, memperkuat, dan menjaga budaya kepatuhan membayar pajak oleh masyarakat Indonesi. Untuk Indonesia yang adil dan makmur. Selamat….!!,” tutup Ani.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) yang dikutip Kompas.com pada Minggu (2/10/2016) pukul 21.00 WIB, total harta yang dilaporkan mencapai Rp 3.621 triliun.

Jumlah tersebut terdiri dari harta yang dideklarasikan di dalam negeri sebesar Rp 2.533 triliun, harta yang dideklarasikan di luar negeri Rp 951 triliun, dan harta yang ditarik ke Indonesia atau repatriasi sebesar Rp 137 triliun.

Sementara itu, uang tebusan yang masuk ke kas negara sudah mencapai Rp 89,2 triliun dari target Rp 165 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016.

Menkeu Bangga dengan Kinerja Dirjen Pajak | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya